15 Ribu Hektar Sawah di NTB Terdaftar Asuransi

Mataram (suarantb.com) – Dari 40 ribu lahan pertanian yang tersebar di NTB, baru sekitar 15 ribu hektar yang telah terdaftar asuransi. Belasan ribu hektar sawah ini terdapat di beberapa kabupaten/kota di NTB. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, H. Husnul Fauzi ditemui suarantb.com di kantornya, Rabu, 8 Februari 2017.

“Dari 40 ribu hektar sawah di NTB, baru 15 ribu hektar yang masuk asuransi. Yang mana, 15 ribu itu minus Kabupaten Bima dan Kota Bima,” jelasnya.

Wilayah yang lahan pertaniannya sudah terdaftar asuransi di antaranya Lombok Barat dan Kota Mataram. Dengan mendaftar asuransi ini, maka petani yang tanamannya rusak akibat bencana bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar. “Kalau dia puso dan ikut asuransi maka ia dapat pengganti Rp 6 juta per hektar. Kalau tidak puso, asuransi tidak akan memberikan,” katanya.

Baca juga:  KTNA NTB Soroti Persoalan Tembakau

Untuk mendapatkan ganti rugi ini, petani lebih dulu harus mengajukan klaim. “Tapi mereka sudah paham kalau sudah daftar asuransi dan bayar premi, mereka bisa ajukan klaim. Itu sudah kita sosialisasikan dari awal dengan Jasindo,” terangnya.

Husnul berharap tahun ini semua sawah di NTB masuk dalam asuransi. Pasalnya ia menilai 40 ribu hektar sawah di NTB cukup memadai dan layak diasuransikan. “Dari segi sarana dan prasarana sudah baik,  termasuk jaringan irigasi dan sebagainya. Alat-alat mesin dan sebagainya juga telah diberikan,” imbuhnya.

Kendati tak terdaftar asuransi, jika tanaman padi milik petani rusak akibat bencana, seperti yang terjadi di Bima, pemerintah daerah bisa  meminta bantuan ke pusat jika ada permintaan. “Sawah di Kota Bima seluas 475 hektar yang terkena banjir, kesemuanya sudah ditangani oleh pusat,” tambahnya.

Baca juga:  Pengembangan Industri di NTB Jadi Perhatian Pusat

Selain Bima, sejumlah lahan persawahan di NTB juga banyak yang tergenang. Namun hingga saat ini tidak ada yang terkena puso. Lahan persawahan di Lombok yang terendam itu di antaranya di Jempong Baru Mataram seluas 5-10 hektar, Sambelia Lombok Timu seluas 50 hektar, Pringgabaya Lombok Timur seluas 50 hektar, Jerowaru Lombok Timur seluas 5 hektar dan Sekotong Tengah Lombok Barat 50 hektar. Sedangkan di Pulau Sumbawa di antaranya di Kecamata Moyo Utara seluas 190 hektar, Plampang 17 hektar, Unter Iwes 10 hektar dan Labuhan Badas 25 hektar. (ros)