Komoditas NTB akan Dijual Daring

Advertisement

Mataram (Suara NTB)-Dinas Perdagangan Provinsi NTB membentuk toko daring, yang rencananya akan diluncurkan pada Februari 2017 ini. Hasil-hasil pertanian NTB dalam arti luas yang dijual melalui i-Shop NTB ini dihajatkan untuk memutus mata rantai perdagangan yang mengakibatkan tingginya harga barang hingga di tingkat konsumen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si, Rabu, 25 Januari 2017.
i-Shop adalah salah satu terobosan dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Toko daring ini pun dibentuk karena melihat fenonema fluktuasi harga kebutuhan yang tiba-tiba dan mengakibatkan lonjakan harga. Salah satunya ia ambil contoh adanya kenaikan harga cabai rawit yang melambung hingga Rp 100.000/Kg saat ini di pasaran. Sebelumnya bahkan menembus harga Rp 120.000.

Hal ini menurutnya akan menyakitkan bagi konsumen, apalagi masyarakat yang kurang mampu dan tidak memiliki lahan tanam. Kenaikan harga cabai ini beberapa faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya mata rantai perdagangannya yang panjang dan harus melalui beberapa kali tangan pengepul.

Selain itu, pengiriman cabai rawit keluar daerah memicu kenaikan harga yang menjadi tidak wajar. Ada 12 daerah di Indonesia yang membeli daerah tujuan pengiriman cabai dari para pengepul lokal. Cabai-cabai tersebut bahkan dikapalkan menggunakan cargo di Bandara Lombok Internasional Airport.

Dengan toko daring ini, mata rantai pengiriman barang/komoditas menurutnya dapat dipangkas. Karena antara masyarakat yang membutuhkan akan bertransaksi langsung dengan petani melalui agen-agen yang dibentuk.

Di masing-masing sentra komoditas akan dibentuk agen yang menjadi ketua kelompok. Misalnya di sentra produsen cabai, akan dipegang oleh satu agen, dan hanya agen itulah yang memiliki kewenangan untuk menjual barang yang dikumpulkan dari petani-petani anggotanya.

“Kemarin kami sudah turun ke Sembalun, masyarakat rupanya cukup antusias. Selanjutnya kami akan ke Dompu untuk mengakomodir petani jagung.  Demikian juga untuk komoditas-komoditas lainnya di NTB. Semuanya kita bentuk agennya,” jelas Hj. Selly.

Saat ini sedang dilakukan pendataan siapa saja yang dapat ditunjuk sebagai agen di masing-masing sentra. Tidak terbatas pada komoditas pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Dinas Perdagangan juga membentuk agen pemasaran untuk kerajinan tangan, madu Sumbawa, susu kuda liar, permen susu kerbau dan sejenisnya.

“Kami sedang melakukan pendataan untuk kami resmikan i-shop-nya. Semua bisa mengaksesnya dimanapun orang yang meminta kebutuhan dari NTB, antara yang membutuhan dengan yang berproduksi bisa langsung bertransaksi barang. Kita menggandeng salah satu perbankan untuk pembayaran via online,” demikian Hj. Selly. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.