Tiga Penerbangan Sehari dari Malaysia ke NTB

Mataram (Suara NTB) – Tahun ini target kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 3,5 juta wisatawan. Sementara itu tidak banyak event nasional yang dapat diselenggarakan seperti pada tahun sebelumnya. Sehingga untuk dapat memenuhi target tersebut dilakukan upaya penambahan penerbangan dari dalam dan luar negeri. Misalnya dari Malaysia, sebelumnya hanya terdapat dua kali penerbangan dalam sehari namun tahun ini menjadi tiga penerbangan.

“Dari Malaysia sudah tambah satu penerbangan oleh Maskapai Air Asia Indonesia. Sehingga totalnya tiga kali penerbangan dalam sehari. Ini tentu saja sangat baik mengingat banyaknya peminat wisata di NTB dari Malaysia,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si, di Mataram, baru-baru ini.

Baca juga:  Omzet Besar, Retribusi Cidomo di Tiga  Gili Masih Minim

Penambahan penerbangan langsung tidak hanya dari Malaysia namun juga dari dalam negeri. Misalnya dari Solo dan Bandung. Selain itu juga terdapat beberapa penerbangan dari Singapura yang diyakini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan.

“Kita memang tidak lagi menjadi tuan rumah dalam event nasional. Sehingga kita telah mengupayakan untuk menambah penerbangan dari berbagai daerah dan berbagai negara. Semoga ini bisa menambah jumlah kunjungan,” ujarnya.

Diketahui bahwa tahun ini target kunjungan wisatawan nusantara sebanyak dua juta wisatawan, dan wisatawan mancanegara sebanyak 1,5 juta. Jumlah ini tentu saja tidak sedikit, sebab pada tahun sebelumnya banyak event nasional yang diselenggarakan di NTB sehingga banyak wisatawan yang datang.

Baca juga:  Pemprov NTB Desak Perbaikan Dermaga II Padangbai Dipercepat

“Kita juga sudah melakukan komunikasi dengan maskapai Emirates dan Etihad. Semoga tahun ini bisa terlaksana. Ini juga berkaitan dengan target kunjungan dari wisatawan middle east,” ujarnya.

Penerbangan langsung dari berbagai daerah yang menjadi langganan wisatawan ke NTB juga akan terus dilakukan. Sehingga dapat mempermudah akses wisatawan ke NTB. Sebab terdapat negara yang potensial untuk mendatangkan wisatawan ke NTB, hanya saja terkendala akomodasi.

Cina misalnya, wisatawan asal Cina mendatangi NTB setelah singgah di Bali. Karena belum ada penerbangan langsung dari Cina menuju LIA. (lin)