Kenaikan Harga Cabai Bisa Pengaruhi Inflasi

Mataram (suarantb.com) – Kenaikan harga cabai di Kota Mataram yang melonjak hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram, diakui Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Prijono berpengaruh pada peningkatan inflasi di NTB. Demikian disampaikannya saat ditemui suarantb.com usai menjalankan shalat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Jumat, 6 Januari 2017.

“Pengaruh jelas ada, jika harga barang-barang lain juga naik. Kita masih melihat, mudah-mudahan tidak setinggi Januari pada umumnya. Harapannya tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Harusnya kenaikan di bawah satu persen, nanti kita upayakan bersama teman-teman di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” ujarnya.

Menurut pandangan Prijono, saat ini sejumlah barang-barang memang berkurang dari segi pasokan. Lebih mengkhawatirkan pula, karena barang-barang tersebut kebanyakan berupa produk hasil pertanian, yang terkendala cuaca dalam proses produksinya.

Baca juga:  Harga Cabai di Mataram Tembus Rp80.000

Kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok diakui Prijono terjadi tiap tahun. Oleh karena itu, Pemprov NTB harus segera mencari solusi. “Kalau memang masalahnya di pasokan, ya pasokannya mesti diupayakan bagaimana supaya tersedia. Apakah dengan menambah atau mengatur pola tanam. Tapi tantangan memang ndak mudah ya, cuaca, hama segala macam sangat banyak,” paparnya.

Untuk produksi produk pertanian seperti cabai, waktu penanaman harus diatur dengan cermat. Sehingga tidak dilakukan produksi dalam skala besar, namun kebutuhan sedikit. Sementara saat kebutuhan banyak justru produksi sedikit.

Baca juga:  Rendah, Harga Garam di Lotim

“Produksi itu juga tidak bisa cuma satu tahun, produksi itu harus melihat antar waktu. Karena kalau produksi yang berlebihan satu tahun saja. Belum tentu pembelian memadai di antar waktunya. Padahal cabai itu barang yang cepat busuk,” imbuhnya.

Tak hanya di Mataram, kurangnya pasokan cabai ini menurut Prijono juga terjadi di daerah-daerah lain. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan mengurangi konsumsi cabai segar atau menggunakan cabai olahan.

“Alternatif lainnya itu masyarakat bisa menanam cabai di halaman rumah kan. Itu yang perlu diingatkan pada masyarakat. Saya juga di rumah nanam, ada tomat juga,” tambahnya sambil tersenyum. (ros)