Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Ini Tanggapan Warga Mataram

Mataram (suarantb.com) – Mulai hari ini, harga Bahan Bakar Khusus (BBK) alias BBM non-subsidi di seluruh Indonesia mengalami kenaikan. Tanggapan masyarakat Mataram atas pemberlakuan harga baru ini pun beragam. Ada yang mengaku keberatan bahkan ada pula yang tidak ambil pusing.

Alma, salah seorang pengguna BBM jenis Pertamax yang ditemui suarantb.com, Jumat, 6 Januari 2017 mengaku keberatan dengan kenaikan harga ini. Pasalnya ia memiliki pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi.

“Tapi saya masih setia sama Pertamax. Karena sayang motor saya kalau pindah ke Premium,” ucapnya.

Sementara pelanggan bernama Dini mengaku akan beralih ke Premium setelah adanya kenaikan harga ini.

“Saya sih biasanya gonta-ganti dari Pertamax ke Pertalite atau Premium. Tapi tergantung budget juga. Kalau semuanya naik, ya saya pindah ke Premium yang harganya ndak naik,” komentarnya.

Lain lagi dengan Joko, yang mengaku tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM tersebut. “Saya ndak masalah ada kenaikan, karena saya pakai Premium. Tapi kenaikannya kan cuma Rp 300 doang, ndak banyak,” katanya.

Perubahan harga ini membuat harga BBK di NTB dan NTT memang diratakan kenaikan sebesar Rp 300. Seperti Pertamax yang harga awalnya Rp 7.750 menjadi Rp 8.050 dan Pertalite yang naik dari Rp 7.050 menjadi Rp 7.350. (ros)