Nasabah Keluhkan Pembatasan Penukaran Uang Baru

Mataram (suarantb.com) – Pembatasan jumlah uang yang bisa ditukarkan dengan pecahan uang rupiah edisi baru di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB dikeluhkan masyarakat. Batasan uang yang dapat ditukarkan hanya Rp 300 ribu per orang.

Salah seorang nasabah yang menukarkan uangnya di BI, Dini mengeluh karena batasan jumlah penukaran tersebut. “Kenapa harus dibatasi jumlahnya? Kan kalau uang saya kurang dari Rp 300 ribu saya ndak bisa nukar dong. Lebih juga ndak bisa,” akunya pada  suarantb.com.

Kepala  Perwakilan BI NTB, Prijono yang dikonfirmasi melalui telepon terkait kebijakan ini, mengaku sebenarnya tidak ingin membatasi jumlah penukaran uang baru.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

“Mengenai penukaran uang baru, sebetulnya kami tidak ingin membatasi. Tapi karena jumlahnya saat ini masih terbatas, maka penukaran dibatasi. Supaya masyarakat lain yang akan menukar bisa mendapat kesempatan,” jelasnya.

Dengan batasan nominal penukaran, nasabah memang mendapatkan semua pecahan uang baru dalam satu paket uang senilai Rp 300 ribu. Mulai dari uang kertas pecahan Rp 100 ribu hingga uang logam Rp 100. Namun, masyarakat tidak bisa memilih uang lamanya ingin ditukarkan dengan pecahan tertentu.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

“Jadi jumlah Rp 300 ribu itu hanya untuk memudahkan penukaran dengan pecahan lengkap. Supaya masyarakat bisa tahu semua pecahan uang baru. Tapi kami tidak mengatur bank-bank untuk mengatur penukaran harus Rp 300 ribu,” jelasnya.

Prijono mengatakan penukaran bisa dilakukan melalui mobil kas keliling BI dan perbankan. Kas keliling ini akan mulai melayani awal Januari 2017 nanti, karena saat ini tengah persiapan tutup buku.

“Mulai lagi awal Januari karena hari ini sedang persiapan tutup buku,” tambahnya. (ros)