Bank Indonesia : Uang Kembalian Tidak Boleh Diganti Permen

Mataram (suarantb.com) – Bertepatan dengan peluncuran uang pecahan rupiah terbaru tahun 2016 ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan barang selain uang dalam transaksi. Terlebih hingga menggunakan permen sebagai uang kembalian.

“Jangan sampai tidak menggunakan rupiah. Memang ada beberapa pecahan yang kurang disukai masyarakat. Tapi tidak diperkenankan dan tidak boleh melakukan transaksi dengan selain uang, seperti permen misalnya,” tegasnya.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

Prijono meminta agar toko atau warung tidak terus-terusan melakukan hal tersebut. Karena menurutnya memang telah banyak kejadian di masyarakat dimana uang logam, khususnya logam Rp 200 dan Rp 100 tidak digunakan. Lebih tepatnya masyarakat menolak menggunakan uang logam tersebut.

“Memang masih banyak yang begitu, sehingga kita minta toko-toko jangan melakukan hal itu. Kalau ada yang mengatakan logam tertentu tak laku, itu salah. Logam itu laku, jadi gunakan untuk transaksi,” ujarnya.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

Melalui momen diluncurkannya uang baru ini, Prijono hendak menanamkan pemahaman kepada masyarakat bahwa semua uang itu laku. Sehingga masyarakat tidak hanya menggunakan nominal tertentu saja. Logam pun seharusnya tetap digunakan.
Untuk itu uang kembalian diberikan dalam bentuk uang, bukan permen. Karena tentunya tidak ada pedagang yang mau menerima pembayaran dalam bentuk permen. (ros)