Berhenti Jual Tuak, Ratusan Pedagang Dibantu Modal Usaha

Mataram (suarantb.com) – Pemkot Mataram menyalurkan bantuan modal usaha bagi para pedagang miras tradisional jenis tuak pada Senin, 19 Desember 2016. Bantuan modal usaha diberikan dengan syarat para pedagang tuak harus berhenti berjualan tuak dan menggantinya dengan jenis usaha lain. Bantuan modal usaha kepada 185 pedagang ini diserahkan langsung Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Indra Bangsawan menyampaikan 185 pedagang tersebut tergabung dalam 21 kelompok usaha dari 13 kelurahan di lima kecamatan. Jumlah bantuan yang disalurkan sebesar Rp 300 juta. Indra menyebutkan masing-masing kelompok mendapatkan bantuan sesuai jenis usaha yang akan dibuka serta jumlah anggota kelompok usaha tersebut.  Jumlah terbesar yang akan diberikan kepada satu kelompok Rp 34 juta, sementara jumlah terkecil sebesar Rp 4,5 juta.

Baca juga:  PKL di Pelabuhan Ampenan Semrawut

Pemkot Mataram memberi kepercayaan kepada para pedagang tersebut untuk membangun usaha baru dengan bantuan modal yang telah diterima. Indra mengatakan pihaknya juga tidak memberikan tenggat waktu bagi para penerima bantuan modal terkait penggunaan modal usaha tersebut. Namun diharapkan dengan kesadaran sendiri, para eks pedagang tuak memanfaatkan dana yang diberikan sesuai perjanjian.

Baca juga:  PKL di Pelabuhan Ampenan Semrawut

“Harapan kita, setelah bantuan usaha ekonomi kerakyatan ini diterima,  dengan kesadaran sendiri para pedagang itu akan mau mengalihkan jenis dagangannya, dari tuak menjadi jenis yang lain,” harap Indra.

Untuk itu, Pemkot Mataram menyerahkan pengawasan peruntukan dana bantuan modal usaha tersebut kepada kelurahan dan kecamatan.

“Kita kasih kepercayaan kepada mereka dulu, terima bantuan usahanya dulu sambil jalan kita juga akan pantau. Pak Camat dan Pak Lurah di sana akan memantau kegiatan bantuan modal usaha yang sudah diterima,” pungkasnya. (rdi)