Gelombang Besar, Nelayan Pondok Prasi Takut Melaut

Mataram (suarantb.com) – Kondisi cuaca yang tidak menentu dan gelombang tinggi membuat nelayan di Lingkungan Pondok Prasi,  Kelurahan Bintaro, Ampenan takut melaut. Salah satunya Sapri, yang mengaku telah sepuluh hari tidak turun melaut.

“Sudah sepuluh hari tidak melaut, karena gelombangnya tinggi. Perahu-perahu juga kita naikkan, takut terbawa gelombang. Kalau dipaksakan turun, risikonya perahu atau jaring bisa rusak,” ungkapnya saat ditemui Jumat, 16 Agustus 2016.

Sapri mengaku terkadang dia dan rekan-rekannya memberanikan diri turun melaut. Tetapi hasil yang diperoleh jauh dari modal yang dikeluarkan. Ikan yang berhasil ditangkap hanya 20-25 ekor. Bahkan mereka pernah pulang dengan tangan hampa.

“Jadi sekarang saya tidak turun (melaut) dulu. Sekarang kerjaannya bantu orang mindang ikan ini. Lumayan buat bantu-bantu beli beras,” katanya.

Pria 48 tahun ini mengatakan jika kondisi keuangan seperti ini selalu dialami saat musim hujan tiba. Uang tabungan dari hasil melaut hari-hari sebelumnya pun tak tersisa karena telah dijadikan modal melaut. Ayah dari enam anak ini harus memutar otak untuk bisa mendapatkan penghasilan. Beruntung anak sulungnya juga turut membantu melaut. Bahkan anaknya melaut sampai ke wilayah Lombok Utara.

“Anak saya merantau sampai ke Lombok Utara buat cari ikan. Tapi dia kasih kabar hasilnya juga sedikit. Kita sekarang mengharapkan bantuan dari pemerintah kalau ada,” ucapnya.

Beberapa pemindang ikan tongkol yang ditemui suarantb.com juga mengaku hasil tangkapan ikan sepi. Dikarenakan gelombang laut yang cukup tinggi. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan. (ros)