Pengaruh Angin, Nelayan Keluhkan Sedikitnya Hasil Tangkapan

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah nelayan di Kampung Nelayan Pondok Prasi Ampenan mengeluhkan sedikitnya hasil tangkapan ikan sekarang ini. Menurut nelayan setempat, sedikitnya hasil tangkapan ini telah mereka alami sejak November lalu.

Demikian pengakuan Andi dan Nasir, dua nelayan setempat saat ditemui suarantb.com, Jumat, 9 Desember 2016. “Cuacanya memang buruk akhir-akhir ini, pendapatan juga ikut menurun. Ini sejak dua minggu lalu. Seharusnya dari tahun kemarin harus ada badai besar itu, tapi ini kan ndak ada yang turun. Makanya ikannya ndak banyak, ikan yang dari timur itu ndak masuk kesini,” ujar Andi.

Menurut Andi inilah penyebab menurunnya hasil tangkapan ikannya. Bahkan tak jarang justru tak ada ikan yang didapat. Namun demikian, Andi memilih untuk tetap melaut walau terkadang harus menanggung rugi tak mendapatkan hasil tangkapan ikan.
“Tetap turun, walaupun rugi. Mau gimana lagi,” tambahnya.

Baca juga:  Lombok Potensial Jadi Pusat Pembibitan Koi

Saat situasi sulit seperti ini, Andi mengaku teringat dengan kemakmuran hidup nelayan di zaman orang tuanya terdahulu. Dimana dalam sekali melaut bisa memperoleh penghasilan Rp 600-700 ribu.

“Kalau 10 tahun lalu, pas saya ikut bapak saya melaut. Sehari itu bisa dapat Rp 600-700 ribu. Kalau sekarang, pas cuaca normal paling banyak dapat 100 ekor ikan,” tuturnya.

Baca juga:  Lombok Potensial Jadi Pusat Pembibitan Koi

Sama halnya dengan Nasir, yang harus merogoh tabungan untuk keperluan sehari-hari jika tidak ada hasil tangkapan. “Kalau tidak dapat ikan, ya untuk makan pakai uang tabungan yang ada. Dulu kan pas hasil tangkapan banyak, uangnya ditabung. Itu yang kita pakai sekarang pas hasil tangkapan sedikit,” jelasnya.

Kondisi ini, harus dijalani Andi dan Nasir hingga Februari tahun depan. Karena pada saat itulah angin timur akan bertiup. Dengan harapan membawa banyak ikan ke perairan Lombok, khususnya untuk nelayan penghuni Kampung Nelayan Pondok Prasi Ampenan. (ros)