Kapolda NTB Minta Masyarakat Tak Percaya Isu “Rush Money”

Mataram (suarantb.com) – Rencana demonstrasi terkait kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendapat respon dari Kapolda NTB. Pasalnya, rencana aksi tanggal 25 November 2016 dan tanggal 2 Desember 2016, dibarengi juga dengan beredarnya seruan penarikan uang secara besar-besaran dari bank (rush money).

Menanggapi isu tersebut, Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Umar Septono mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu rush money tersebut. Pasalnya isu tersebut beredar melalui media sosial yang akhir-akhir ini kebenarannya sering diragukan.

“Itu juga banyak yang membuat berita tidak jelas. Medsos sekarang seperti itu. Diharapkan masyarakat tidak begitu saja percaya,” ujar Kapolda saat ditemui di Mapolda NTB, Senin, 21 November 2016.

Kabar terkait penarikan uang secara massal pada bank, menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak. Mengingat, kegiatan menarik uang secara massal akan berdampak pada instabilitas ekonomi di Indonesia. Kegiatan tersebut juga memiliki dampak bagi masyarakat ekonomi menengah.

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke jalan. Masyarakat diminta untuk memantau kinerja pihak kepolisian yang menangani kasus Ahok dengan tetap memonitor kasus tersebut, tanpa perlu turun ke jalan.

“Kemarin Pak Wagub sudah memberi statemen di media untuk tidak perlu turun ke jalan. Kita monitor saja. Kita berdoa saja, untuk kegiatan yang positif lagi, kita istigosah, meningkatkan kinerja, dan ibadah,” imbau Kapolda.

Menurut Kapolda, situasi politik di NTB tetap kondusif, meskipun di Jakarta saat ini suhu politiknya tinggi. Kapolda berharap masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Secara umum kondisi di NTB kondusif, cuma di Jakarta tinggi suhu politiknya. Harapannya tidak perlu terjadi lagi, kan sudah ditangani penistaannya. Tinggal menunggu proses lebih lanjut. Tinggal dikawal saja bagaimana penyidik di tingkat Mabes Polri itu,” tutupnya. (szr)