Saldo Nasabah Raib, OJK Segera Panggil Manajemen BRI Mataram

Mataram (suarantb.com) – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri berencana memanggil pihak bank terkait kasus skimming ATM. Namun lebih jauh, Yusri mengatakan belum bisa berkomentar banyak soal kasus yang menimpa beberapa nasabah BRI tersebut.

Demikian disampaikan pada suarantb.com usai mengisi seminar keuangan inklusi di Lombok Epicentrum Mal (LEM), Senin, 24 Oktober 2016.

“Saya harus update dulu, harus bertemu dengan pimpinan BRI. Dia juga belum lapor ke saya. Saya akan panggil dia nanti, kalau bisa hari ini. Nanti saya kabari,” terangnya.

Baca juga:  Panen Hadiah Simpedes, Tanda Cinta BRI Selong Pada Nasabah

Ia juga belum mengetahui pasti modus pelaku skimming ATM tersebut. Termasuk seberapa besar kerugian yang dialami nasabah. Namun, ia menegaskan jika konsumen dirugikan, bank harus bertanggung jawab. “Yang penting kalau konsumen dirugikan bank harus bertanggung jawab. OJK akan memberikan perlindungan pada konsumen,” jelasnya.

Data yang diperoleh suarantb.com, sembilan nasabah yang mengaku kehilangan uang secara misterius. Salah seorang korban, Lalu Faesal Bawean mengaku kehilangan saldo sebesar Rp 14 juta pada Minggu kemarin. Korban mengaku tiga kali dikirimkan laporan transaksi yang tidak pernah ia lakukan.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

Hal yang sama juga dialami Taufik asal Kelurahan Tinggar, Ampenan Utara. Ia mengaku kehilangan uang sebesar Rp 5 juta pada rekening BRI miliknya. Kejadian tersebut juga terjadi pada Minggu kemarin. “Rp 5 juta uang saya raib. Padahal saya tidak pernah melakukan transaksi,” ujarnya.

Menurut informasi terbaru, seorang ASN di Polda NTB juga mengaku kehilangan uang Rp 4,5 juta. Minggu kemarin seorang istri polisi juga melapor pada SKPT Polda NTB mengenai uang di rekeningnya sejumlah Rp 10 juta yang raib. (ros)