Dewan Minta Porsi APBD Lebih Banyak Akomodir Hasil Reses

Mataram (Suarantb.com) – Kalangan anggota DPRD NTB menyebut aspirasi masyarakat yang dititipkan melalui anggota dewan banyak yang tidak terakomodir pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB. Padahal, aspirasi tersebut merupakan keinginan masyarakat yang dititipkan melalui para wakilnya di parlemen.

Kepada wartawan, Sekretaris Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB, M. Hadi Sulthon mengatakan selama ini porsi anggaran yang diperuntukkan untuk aspirasi anggota DPRD NTB tidak sebanding dengan besaran anggaran yang diperuntukkan untuk kalangan eksekutif.

“Anggaran APBD sangat minim mengakomodir hasil reses, merasa tidak dianggap kita jadinya,” ujar Sulthon, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Ia menilai, minimnya porsi APBD untuk aspirasi DPRD NTB merupakan bentuk lain

dari tidak diakomodirnya secara menyeluruh keinginan masyarakat oleh pemerintah. Hal tersebut, lanjut Sulthon dikarenakan aspirasi dewan merupakan suara rakyat yang dititipkan melalui wakilnya di parlemen.
“Porsi APBD harus seimbang mengakomodir aspirasi dewan. Aspirasi itu kan suara rakyat kita bawa,” terangnya.

Sulthon menyebut, aspirasi dewan merupakan pengejawantahan dari keinginan masyarakat yang dihimpun anggota DPRD pada saat kegiatan reses. Untuk itu seharusnya aspirasi dewan mendapat porsi lebih di APBD.

Ketika porsi aspirasi minim diakomodir APBD, hal itu sama dengan mengabaikan keinginan masyarakat.

“Kita inginnya porsi APBD ini ideal lah, selama ini kan terlalu sedikit. APBD terlalu sedikit mengakomodir hasil reses DPRD,” tandasnya. (ast)