Urbanisasi, Sumbang Angka Kemiskinan Bagi Kota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Penurunan jumlah angka kemiskinan di Kota Mataram yang tidak signifikan dinilai bukan karena program pemerintah yang tidak tepat sasaran. Namun urbanisasi juga disebut menyumbang bertambahnya angka kemiskinan.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyebutkan, statistik angka kemiskinan di Kota Mataram tidak pernah bergeser secara signifikan. Meskipun pihaknya telah melakukan berbagai intervensi dengan kebijakan serta program di dinas-dinas teknis untuk mengurangi angka kemiskinan, namun kemiskinan tinggi akibat terus meningkatnya jumlah penduduk Kota Mataram dari tahun ke tahun.

“Mataram ini magnet. Jumlah penduduk Kota Mataram sekarang ini hanya 450 ribu, tapi faktanya bisa dilihat, jumlah (penduduk) yang ada di sini jutaan,” ungkapnya.

Indikator kemiskinan memiliki cakupan yang sangat luas. Di antaranya dapat diukur dari ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, kepemilikan rumah yang tak

layak, atau keterbatasan akses pendidikan. Hal tersebut menyebabkan persoalan kemiskinan tidak bisa dinilai secara linear.

Mohan menyampaikan dengan jumalah penduduk sebanyak 450 ribu jiwa, Kota Mataram masih tergolong sebagai kota menengah. Namun melihat peningkatan jumlah penghuni dari tahun ke tahun, Kota Mataram akan menjadi kota metropolitan, dengan jumlah penduduk 500 ribu hingga satu juta jiwa. Sementara luas wilayahnya tidak mengalami perluasan.

Motivasi penduduk melakukan urbanisasi karena berbagai tujuan, baik bertujuan untuk pendidikan, pekerjaan ataupun hal lainnya. Bahkan banyak pendatang yang berada di Kota Mataram tidak memiliki keahlian, dan memiliki ekspektasi yang besar untuk mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik di Kota Mataram. Namun faktanya, tidak jarang orang-orang tersebut yang kemudian menjadi pengemis.

“Ini juga, terus terang, menyumbang angka pada grafik kemiskinan itu,” ujarnya. (rdi)