Diskop UKM Lotim Diminta Rutin Pantau Bantuan

Selong (Suara NTB) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Lotim diminta untuk rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap masyarakat yang sudah menerima bantuan usaha. Pemantauan itu penting dilakukan, karena sejauh ini banyak bantuan-bantuan yang diberikan ke masyarakat terkesan tidak bertahan lama, karena minimnya pantauan oleh pihak terkait.

“Kita berharap Dinas Koperasi dan UKM rutin lakukan pemantauan. Sehingga diketahui apakah usahanya berlanjut atau alatnya dijual kembali,” ujar Koordinator Mampu Bakti Sub NTB, Nur Janah, Kamis, 8 September 2016.

Selain itu, Nur Janah, juga mempertanyakan anggaran Dinas koperasi dan UKM Lotim dalam melakukan pemberdayaaan kepada masyarakat khususnya terhadap kaum perempuan. Apakah bantuan itu ditujukan untuk menjawab pengembangan ekonomi untuk kaum perempuan. Pihaknya juga menanyakan pelibatan kelompok di luar kelompok yang sudah diakomodir oleh Dinas Koperasi Lotim sehingga bisa menjawab kebutuhan bagi semua kelompok terkait  persoalan pengembangan ekonomi bagi kelompok agar  target pengurangan kemiskinan bisa terukur.

Ia mencontohkan, seperti di Desa Kembang Kerang, potensi kain tenun sangat bagus, namun belum bisa digarap maksimal oleh pemerintah yang merupakan produk unggulan Kabupaten Lotim. “Kita berharap masyarakat yang belum mendapatkan bantuan itu bisa terakomodir,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid UKM pada Diskop UKM Lotim, Muhyidin, mengaku jika sudah melakukan pembinaan terhadap masyarakat khususnya yang sudah masuk anggota koperasi. Seperti bantuan gerobak usaha yang terletak di Labuhan Haji, Kompleks Birrul Walidai YPH-PPD NW Pancor, dan beberapa titik lainnya. Bahkan, katanya, sebanyak 65 perempuan di Lotim sudah dilatih berwirausaha. Sasaran pelatihan merupakan kaum perempuan  dianggap lebih berperan menjalankan suatu usaha seperti potensi Lotim temerodok di Kecamatan Sakra dan dan kain tenun di Kecamatan Pringgasela. (yon)