Arifin Panigoro dan Gubernur NTB Beri Motivasi Mahasiswa Baru UTS

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pengusaha nasional, Arifin Panigoro berkesempatan memberikan suntikan motivasi sekaligus ilmu bisnis dan usaha kepada para mahasiswa baru Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Arifin hadir bersama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan Bupati KSB, H. W. Musyafirin dan Pendiri UTS, Dr. Zulkieflimansyah, dalam acara Orientasi Pengenalan Kampus (Respek) UTS.

Arifin mengaku awalnya ragu menginjakkan kakinya di Sumbawa. Namun penilaian itu berubah setelah melihat banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah yang menuntut ilmu di UTS. Dengan kondisi kampus sekitar gunung, yang telah ditumbuhi beragam jenis tanaman menambah keindahan lokasi UTS di Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Sumbawa.

Ia lebih salut lagi, setelah mengetahui arah fokus dan pengembangan UTS yang realistis, terutama terkait dibangunnya Science and Techno Park (STP) UTS, untuk menciptakan pelaku usaha baru dan pengembangan ekonomi masyarakat. Apalagi yang berhubungan dengan usaha tanaman sebagai sumber makanan, dari kualitas bibit sampai ke hilir menjadi makanan yang jadi tren dunia. Sehingga butuh ilmu agar usaha tersebut bisa ditekuni, termasuk dalam upaya peningatan kualitas usaha.

Terkait keberadaan Newmont, termasuk tambang lainnya dan lapangan perminyakan, merupakan kegiatan besar yang interaksinya dengan masyarakat terbatas. Sebagai pemilik baru saham Newmont Nusa Tenggara, sebelum nantinya berganti nama, Arifin menginginkan agar keberadaannya terasa di masyarakat. Memberikan multiplyer effect termasuk kepada keberadaan kampus seperti UTS.

Baca juga:  Gubernur NTB Hadiri Haul Tiga Ulama NU

FOTO-2

Foto bersama Arifin Panigoro, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Dr. Zulkieflimansyah, H. M. Husni Djibril, H. W. Musyafirin, Dr. Andy Tirta dan Arif Witarto.

“Silakan nanti berhubungan dengan perusahaan. Apa yang bisa kalian perankan. Paling tidak pada waktu kerja praktek, ingin menambah pengalaman, melihat apa yang terjadi di proses penambangan. Termasuk pada waktunya nanti ketika penambangan di Batu Hijau diteruskan ke Elang, interaksi dengan masyarakat termasuk kampus harus baik. Apalagi UTS itu sangat dekat dengan lokasi tambang. Kita beri kesempatan kepada kampus dan nantinya saya minta ke manajemen bersama sama mahasiwa mengangkat dan mendorong kegiatan besar ini agar terasa di masyarakat,” terang Arifin yang juga didampingi Presiden Direktur PT NNT, Rachmat Makkasau.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, berharap muncul generasi hebat dari kampus UTS Olat Maras. Sekitar tiga tahun lalu, UTS masih berupa lahan yang kosong melompong. Namun kini kampus UTS tumbuh pesat dan akan menjadi kebanggaan NTB, bahkan Indonesia.

FOTO 3

Arifin Panigoro sedang memberikan materi wirausaha kepada mahasiswa baru UTS.

“Belajar yang rajin, serap yang baik apa yang disampaikan para dosen dengan hati yang terbuka. Ada ketulusan dalam menuntut ilmu,” demikian wejangan TGB kepada para mahasiswa baru.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril merasa bahagia dan bangga dengan kedatangan Gubernur NTB dan Arifin Panigoro ke Sumbawa. Kehadiran keduanya akan membawa semangat baru bagi seluruh mahasiswa UTS.

Baca juga:  Silaturahmi dengan Gubernur, DPRD NTB Siap Wujudkan NTB Gemilang

“Mudah mudahan kedatangan kedua tokoh ini bermakna bagi kita semua. Termasuk bagi Sumbawa yang siap mengamankan keberadaan Newmont dengan pemilik barunya. Dalam mewujudkan mimpi masyarakat Sumbawa sejahtera secara bersama sama,” tukasnya.

Sementara Pendiri UTS yang juga anggota DPR RI kelahiran Sumbawa, Dr. Zulkieflimansyah, menyatakan ada satu kalimat dalam ilmu ekonomi, dimana orang mengalami kemiskinan di tengah kelimpahan. Kalimat itu menggambarkan kondisi Sumbawa yang berlimpah emas, namun masyarakatnya masih bekerja ke Timur Tengah hanya untuk mengejar satu atau dua gram emas.

FOTO-4

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi sedang memberikan suntikan semangat kepada mahasiswa baru UTS.

Kehadiran UTS diharapkan dapat mencetak tenaga ahli yang nantinya bisa bekerja di Newmont dan di mana saja di seluruh Indonesia. Makanya UTS kemudian menghadirkan STP, memanfaatkan program pemerintah mengingat alat bioteknologi saja sangat mahal. Sebagai Universitas swasta, agar mampu bersiang dengan kampus besar negeri, maka keberadaan STP nantinya menjadi keniscayaan dalam menciptakan hilirisasi produk di masa mendatang. Membangun sentra ekonomi dan menciptakan
pengusaha baru.

“Dengan bantuan Newmont, Gubernur, Pemkab Sumbawa dan KSB, banyak hal bisa dikontribusikan bersama. Insya Allah elang muda UTS bukan hanya menundukkan dunia, tetapi bermanfaat bagi semesta alam,” pungkasnya. (arn/*)