PMN Rp 1,8 Triliun, Menteri PPN Minta ITDC Cari Dana Sendiri

Mataram (suarantb.com) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah sudah memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 250 miliar. Selanjutnya, ITDC diminta untuk mencari pendanaan sendiri melalui kerjasama dengan pihak swasta.

“PMN kan sudah waktu itu. Dan seterusnya PT. ITDC saya pikir bisa mencari sumber permodalan dan pendanaan. Dia bisa kerjasama dengan pihak swasta, ndak harus semuanya bergantung kepada Penyertaan Modal Negara (PMN),” ujar Bambang ketika dikonfirmasi usai berkunjung ke kantor Bappeda NTB, Selasa, 6 September 2016.

Hal tersebut dikatakan Bambang ketika ditanya soal janji pemerintah pusat yang akan memberikan PMN sebesar Rp 1,8 triliun. Ia mengatakan, Mandalika telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional.

Baca juga:  Pejabat Pemkot Mataram Tetap Berangkat ke Cina

Artinya, Mandalika akan diberikan perhatian lebih terutama oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Sehingga yang menjadi fokus adalah penyiapan infrastruktur dasar. Akhir tahun 2015 lalu, pemerintah pusat sudah memberikan PMN sebesar Rp 250 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar KEK Mandalika.

Sedangkan untuk sarana pariwisatan kata mantan Menteri Keuangan ini diharapkan dari swasta. Ia mengatakan pemerintah pusat mendorong supaya Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.

Baca juga:  Dewan Perdagangan Islam Malaysia Jajaki Kerjasama dan Investasi di NTB

“Yang penting Mandalika ini jadi, ITDC bisa mencari sumber pendanaan sendiri. Yang penting Mandalika jadi destinasi wisata internasional. Dan itu bisa dibangun tanpa harus pemerintah terlibat banyak, ada BUMN bisa bekerjasama dengan swasta,” tambahnya.

Bambang mengatakan dengan ditetapkannya Mandalika sebagai KEK dan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, kawasan pariwisata yang berada di Lombok Tengah bagian selatan itu akan mampu mengembangkan diri.

“Yang penting Mandalika itu jadi, daripada berapa yang akan diberikan pemerintah pusat ke Mandalika. ITDC sendiri yang mengembangkan, pemerintah mendorong dari sisi infrastruktur,” pungkasnya. (nas)