Arifin Panigoro, TGB dan Dr. Zul Sapa Ribuan Santri NW

Selong (Suara NTB) – Pengusaha nasional sekaligus pendiri Medco Group, Arifin Panigoro, menyapa ribuan santri di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdatul Wathan Pancor (YPH PPD NW) Pancor, Senin, 5 September 2016. Arifin hadir bersama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB) dan Anggota DPR RI asal NTB, Dr. Zulkieflimansyah (Dr. Zul).

Hadir dalam kesempatan itu, Ibunda TGB, Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, Presiden Direktur PT. Newmont Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, para ulama dan ribuan santri/santriwati.

Melalui kuliah umum bertajuk “Bisnis dan Kehidupan”, Arifin mengutarakan kisah hidupnya dan bagaimana ia meraih sukses lewat kerajaan bisnisnya. Ia juga tak sungkan berbagi tips dan mengungkap sejumlah persoalan yang ia hadapi selama meniti karir sebagai pengusaha sukses.

Menurut Arifin, salah satu cara untuk meraih sukses adalah dengan berhemat. Meski saat ini telah memiliki kekayaan berlimpah, Arifin menegaskan dirinya masih menganggap penting untuk menerapkan gaya hidup hemat. Ia pun menyerukan para santri dan santriwati untuk menerapkan prinsip hidup hemat dalam kesehariannya.

Arifin Panigoro usai menerima cinderamata berupa buku tentang pendiri NW, Almaghfurullah Maulana Syaikh, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid dari TGB.

Arifin Panigoro usai menerima cinderamata berupa buku tentang pendiri NW, Almaghfurullah Maulana Syaikh, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid dari TGB.

Ia mencontohkan, jika seorang santri/santriwati mau menyisihkan uang jajan senilai Rp 15.000 yang diberikan orang tua, maka dalam setahun, ia bisa memiliki cukup banyak uang. “Jangan sampai uang jajan Rp 15.000, belanjanya juga Rp 15.000,” ujar pengusaha kelahiran Bandung ini.

Baca juga:  Gubernur Minta Evakuasi Ratusan Warga NTB di Wamena Dipercepat

Sebelumnya, TGB yang diberi kesempatan untuk memberikan sambutan menegaskan bahwa Arifin Panigoro adalah salah seorang pengusaha sukses yang rajin membangun silaturahmi. Karenanya, TGB mengajak santri dan santriwati untuk sebaik-baiknya memanfaatkan momentum berbagi ilmu dengan Arifin Panigoro ini.

TGB juga secara khusus menyinggung sejarah pendirian sekolah Islam oleh Pendiri NW, Almaghfurullah Maulana Syaikh, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Khususnya, bagaimana NW memandang pentingnya pendidikan untuk kaum perempuan sejak awal berdirinya.

Ia menyebutkan, pada 1937, sebelum kemerdekaan Indonesia, telah didirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Ponpes khusus untuk laki-laki. Namun, pada 1953, delapan tahun setelah kemerdekaan, Maulana Syaikh sudah mulai berpikir untuk memajukan kaum perempuan. Hal ini diwujudkan dengan mendirikan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah.

“Delapan tahun setelah kemerdekaan Indonesia, di ujung timur Pulau Lombok ini, dibangun sekolah pertama untuk perempuan,” tegas TGB. Menurutnya, emansipasi perempuan sudah diwujudkan secara nyata di lembaga pendidikan NW.

“Ada emansipasi dalam makna yang fungsional. Artinya perempuan, difasilitasi dengan sepenuh-penuhnya, untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Inspirasi itulah yang kemudian menyebar ke seluruh Nusa Tenggara Barat. Dan alhamdulillah sekarang, kaum perempuan di Nusa Tenggara Barat ini, cukup banyak berkiprah di ranah-ranah yang banyak bermanfaat untuk kepentingan umat,” ujarnya.

Usai kuliah umum, TGB mengajak Arifin Panigoro dan Dr. Zul berkeliling kompleks YPH PPD NW Pancor. Mereka juga berkesempatan berdoa di makam Maulana Syaikh.

Baca juga:  Silaturahmi dengan Gubernur, DPRD NTB Siap Wujudkan NTB Gemilang

Kepada Suara NTB, Dr. Zul secara khusus memberikan apresiasi atas kunjungan Arifin Panigoro ke NTB. Dr. Zul telah mengenal Arifin sejak ia masih menjadi aktivis mahasiswa. Kala itu, Arifin yang juga mantan aktivis mahasiswa, menjabat anggota DPR RI.

Foto Bersama

Presiden Direktur PT. Newmont Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Arifin Panigoro dan Dr. Zulkieflimansyah usai meninjau makam Almaghfurullah Maulana Syaikh, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

“Saya dulukan Ketua BEM di UI. Seringlah berinteraksi dengan tokoh-tokoh politik saat itu. Termasuk salah satunya beliau, dan hubungan itu berlanjut sampai sekarang,” ujarnya. Karena sama-sama berlatar belakang aktivis mahasiswa, dan sama-sama pernah berkecimpung di dunia politik, maka mereka pun nyaris tidak memiliki kendala komunikasi.

“Beliau teman dialog yang hangat juga. Dan kita sering mengikuti berbagai forum bersama di luar negeri dan beliau sering mengenalkan saya dengan teman-teman bisnisnya. Kemudian tokoh-tokoh politik di luar negeri dan lain-lain,” ujarnya.

Langkah Arifin membeli PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), membuat perusahaan tambang ini kini bisa memiliki perspektif berbeda dalam mengelola bisnisnya. “Berbeda dong, orang asing melihat NTB sama orang Indonesia melihat NTB. Dan saya kira dengan mengenal NTB lebih bagus, Insha Allah nanti akan lebih banyak keputusan yang menguntungkan masyarakat NTB sendiri,” tandas Dr. Zul. (aan/*)