Hotel Sentosa Masih Menunggak Miliaran Rupiah

Giri Menang (Suara NTB) – Manajemen Hotel Santosa sudah menyetor piutang pajak ke Pemda Lombok Barat (Lobar) sekitar Rp 1,2 miliar. Piutang itu disetor dengan cara menyicil ke Pemda. Pemda pun belum mengambil langkah tegas untuk menuntut secara hukum pengelola hotel. Lantaran pengelola hotel sudah menyicil.

“Setoran piutang pajak dari Santosa sudah masuk Rp 1,2 miliar, kalau semua masuk sekitar Rp 7-9 miliar mudahan realisasi PAD lebih tinggi lagi,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Dra. Hj. Lale Prayatni, Senin, 5 September 2016.
Menurutnya, pihak Santosa sudah melakukan penyicilan pembayaran piutang pajak yang mencapai Rp 9 miliar lebih. Sampai saat ini, jelasnya, piutang yang sudah dicicil mencapai Rp 1,2 miliar, itupun dibayar beberapa kali. Dirinya mengaku tidak puas dan kecewa dengan pihak Hotel Santosa yang membayar piutang pajak senilai Rp 10 miliar termasuk dendanya dengan cara mencicil. Namun pola ini telah disepakati pemda hingga deadline waktu melunasi piutang pajak paling lambat bulan Desember.

Baca juga:  Izin Usaha Penunggak Pajak Terancam Dibekukan

Diakuinya, sejauh ini cicilan piutang pajak hotel santosa masuk beberapa kali, pertama Rp 50 juta dan terakhir Rp 75 juta. Menurutnya, pihak pemda tidak puas jika diselesaikan degan cara mencicil. Sesuai kesanggupannya, pihak hotel meminta cicil 10 kali. Pihaknya tidak mau karena terkesan disepelekan. Setor piutang pajak seperti setor cicilan rumah, per bulan dengan nilai sedikit-sedikit.

Baca juga:  Mengemplang Pajak, Rekanan PT. AMNT Di Sumbawa di Penjara

Namun permintaan pihak hotel sudah dilaporkan ke Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, lalu bupati pun menyetujuinya dengan konsekuensi pembayaran piutang pajak tuntas sampai bulan Desember. “Bupati memberi deadline sampai desember, dengan syarat piutang pajak tahun 2016 harus dibayar. Kalau sanggup maka tidak boleh mencicil,” tegasnya. (her)