Mangkrak, Pabrik Rumput Laut di Lotim

Selong (Suara NTB) – Pabrik rumput laut bantuan dari Kementerian Perindustrian beberapa tahun lalu kini terlihat mangkrak. Pabrik ini tidak bisa beroperasi, karena terkendala bahan baku. Perusahaan Daerah Agro Selaparang sempat sebagai pengelola memilih tidak mau lagi mengambil resiko.

Direktur Utama PD Agro Selaparang, Karyadi kepada Suara NTB mengatakan, pihaknya ingin lebih realistis dalam menjalankan bisnis. Bisnis pengelolaan rumput laut itu dinilai belum mampu memberikan keuntungan besar. Pihaknya sudah pernah mencoba tapi dirasa sangat sulit untuk bisa berkelanjutan.

Soal pangsa pasar diakui sangat bagus. Hanya saja persoalan  bahan baku yang disediakan dari petani pembudidaya rumput laut di bagian selatan tidak bisa dipenuhi. “Jadi kita tidak mau memaksakan diri, kita ingin lebih realistik saja dari pada kita rugi dan buang buang uang,” katanya.

Mengenai mesin, katanya sebenarnya sudah pernah diperiksa beberapa kali oleh pihak provinsi. Akan tetapi, mesin tidak pernah hidup. Apalagi PD Agro Selaparang tidak memiliki tenaga teknis khusus yang bisa mengoperasikan mesin tersebut. “Kita tidak  punya kemampuan,” akunya.

Dituturkan, PD Agro pernah melakukan uji coba dengan membeli 5 ton bahan baku. Begitu dilakukan ujicoba mesinnya tidak bisa hidup. Informasinya ada bagian mesin yang rusak. Kerusakan ini tidak diketahui pada bagian apa, sehingga tidak bisa lagi untuk disentuh.

Karenanya, PD Agro Selaparang ini saat ini lebih memilih untuk pengembangan bisnis yang nyata bisa dikembangkan, seperti pabrik pembuatan es balok. Mesin es balok ketika mengalami ada kerusakan bisa langsung diperbaiki, karena ada petugas teknis yang bisa memperbaikinya.

Selain itu, khusus mesin rumput laut belum pernah ada penyerahan tertulis pengelolaannya kepada PD Agro Selaparang. Bantuan sia-sia dari kementerian Perindustrian itu tidak pernah dibarengi juga dengan bantuan tenaga teknis. “Jadi keputusan kita lebih baik tidak usah dioperasikan,” ujarnya pasrah. (rus)