Harga Naik,  PKL Malomba Ingin Berhenti Jual Rokok

Mataram (suarantb.com) – Harga rokok diwacanakan akan naik menjadi Rp 50  ribu per bungkus. Salah seorang Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di  Taman Malomba Ampenan Kota Mataram, Suminah mengatakan tidak akan lagi berjualan rokok.

Pasalnya, selama ini para pembeli rokok merupakan orang tidak mampu. Sehingga jika harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50 ribu per bungkus, mereka tidak akan mampu  membelinya.

Menurut Suminah, kebanyakan para pedagang rokok eceran seperti dirinya memiliki pelangggan orang-orang berpenghasilan rendah. Sementara orang-orang berpenghasilan tinggi jarang singgah di lapak miliknya.

“Kalau sudah naik harga, kita libur aja dah. Kita nggak usah jual rokok. Orang kaya aja yang beli nanti rokok ini. Kalo orang miskin nggak akan beli. Karena uang nggak ada,” ujarnya, Sabtu, 20 Agustus 2016.

Sebelum harga rokok naik, Suminah sudah merasa kesulitan untuk berjualan rokok.  Karena untung dari hasil menjual rokok  hanya Rp 1.500 per bungkus. Sedang ia hanya mampu menjual empat bungkus permalam.

“Saya beli harga Rp 13.500, dan saya jual Rp 15 ribu per bungkus. Yang beli pengamen saja. Ini rokok saja udah nganggur. Lebih baik jual kopi,” kata Suminah.

Tidak jauh dari tempat suminah berjualan, sejumlah pemuda mengaku tidak akan pernah berhenti untuk membeli rokok.  Karena sudah tidak bisa hidup tanpa rokok. Salah seorang pemuda yang berprofesi sebagai penjaga homestay di Selaparang, Ali mengatakan, meskipun gaji tidak seberapa ia tidak bisa berhenti merokok.

Ali mengatakan dirinya akan tetap membeli rokok meskipun harganya tinggi. “Saya tidak akan berhenti membeli rokok meskipun harganya naik. Untuk pemerintah janganlah naikkan harga, bila perlu diturunkan saja,” harapnya.(ism)