NTB Belum Mampu Bendung Ulah Spekulan

Mataram (Suara NTB)
Pemerintah daerah tak mampu berbuat banyak, menyikapi rencana para spekulan mempermainkan harga kebutuhan saat hari-hari besar keagamaan, terutama saat puasa dan jelang Lebaran 1437 H. Alasannya, karena terdapat barang-barang bebas yang tak boleh diatur oleh pemerintah.
“Kita kan tidak bisa melarang pedagangnya, jangan naikkan harga dong, atau kita minta tetap menjual kebutuhan dengan harga murah,” kata Sekda NTB, H. Rosiadi Sayuti. Yang bisa dilakukan hanya mengendalikan masyarakat untuk tidak panik dan tidak membeli kebutuhan secara berlebihan, sehingga menimbulkan reaksi pedagang untuk mempermainkan harga.
Beberapa pedagang mengakui adanya spekulasi para distributor untuk menaikkan harga jelang Lebaran. Menaikkan harga diberlakukan terutama untuk kebutuhan daging sapi dan daging ayam broiler.
Pedagang di Pasar Mandalika Mataram menyebut, untuk harga daging saat ini Rp 120.000/Kg dinaikkan menjadi Rp 130.000/Kg jelang Lebaran. Kenaikan harga tersebut sumbernya dari para pejagal sendiri, dengan alasan akibat mahalnya harga sapi. Selain banyaknya sapi lokal yang dikirim ke luar daerah.
Sementara untuk harga daging ayam broiler, pedagang

mengakui distributor/peternak ayam beberapa hari terakhir mengurangi stok agar dikesankan limit. Sehingga jelang Lebaran harga jual daging ayam dapat didongkrak. Harga daging ayam broiler akan dinaikkan dari Rp 38.000/Kg menjadi Rp 43.000/Kg.
Menanggapi spekulasi distributor dan pejagal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Dra Hj. Budi Septiani mengatakan pemerintah tentu tak bisa berbuat banyak untuk mengendalikan peran distributor, apalagi pada jenis kebutuhan yang tergolong barang bebas. Rencana spekulan memahalkan kembali harga beberapa jenis kebutuhan masyarakat akan berjalan sebagaimana layaknya hukum pasar.
“Insya Allah kami sedang melakukan kajian untuk memangkas mata rantai distribusi pasar,” ujar kepala dinas. Hj. Budi menyebut, terutama untuk harga daging tahun 2017 akan digelar pasar lelang
Polanya seperti pasar lelang komoditas agro. Dimana para pedagang dipertemukan langsung dengan para pembeli dalam satu arena. Cara ini dianggap akan efektif untuk menurunkan harga ternak. Selanjutnya akan dikomunikasikan dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB. (bul)