OP Tak Mempan

Gubernur Temukan Harga Gula Pasir Masih Tinggi

BERBELANJA: Dalam sidaknya di Pasar Kebon Roek, Jumat (1/7) kemarin, Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi yang didampingi sejumlah pimpinan SKPD, berkesempatan untuk berbelanja. (Suara NTB/ist)


Mataram (Suara NTB)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebun Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram didampingi sejumlah pimpinan SKPD terkait. Dalam sidak tersebut, gubernur menemukan harga gula pasir yang masih melambung padahal pemerintah melalui PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menggelar operasi pasar gula pasir sebanyak 6 ton bagi para pedagang di sejumlah pasar di Kota Mataram.

Operasi pasar tersebut dilakukan PPI dengan menyasar para pedagang gula di sejumlah pasar di Kota Mataram. PPI memberikan harga gula sebesar Rp 12.500 per Kg kepada para pedagang, dengan harapan dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 13.000 per Kg. ‘’Ada program penyaluran gula yang dilakukan Disperindag, dengan harga Rp 12.500. Tetapi ternyata dari (pengakuan) pedagang di sini gula itu tidak ada. Padahal sudah disalurkan beberapa kali, ada 6 ton,’’ sebut gubernur dikonfirmasi usai melakukan sidak di Pasar Kebon Roek, Jumat (1/7).

Dari hasil sidak yang dilakukan, harga gula pasir di Pasar Kebon Roek mencapai Rp 18.000 per Kg. Para pedagang gula mengaku mereka menjual gula pasir dengan harga demikian karena gula pasir yang dijual bukan berasal dari operasi pasar yang dilakukan Disperindag bersama PPI.

Terkait dengan tidak sampainya stok gula ke pedagang di pasar yang disalurkan pemerintah selama ini, gubernur mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mataram.

‘’Nanti kita akan komunikasikan dengan pemerintah Kota Mataram supaya diberesin. Kepala pasar dan sistem di pasar ini. Kasihan pedagang ini berdagang tidak ada fasilitasi yang baik,’’ katanya.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di NTB ini menyambangi para penjual di pasar, mulai dari pedagang sayur sampai ke penjual ikan dan daging. Gubernur berinteraksi dengan pedagang sembari menanyakan harga kebutuhan yang dijual ke masyarakat. Gubernur pada kesempatan itu berbelanja.

Sedangkan harga kebutuhan lain, seperti cabai, tomat dan sayur mayur lainnya tetap stabil. Kalaupun mengalami kenaikan, tidak terlalu signifikan, hanya berkisar Rp 100 sampai Rp 200. Bahkan berdasarkan pantauan gubernur, harga ayam yang dijual mengalami penurunan. ‘’Yang naik (harganya) itu, paling nyata gula. Cabai stabil, tomat ada kenaikan sedikit, sementara daging ayam harganya itu turun,”ucapnya.

Dalam sidak di Pasar Kebon Roek itu, gubernur didampingi Kepala Disperindag NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB, Ir. Husnul Fauzi, MM, Kepala Badan ketahanan Pangan (BKP) NTB, Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Dr. Manggaukang Raba, MM dan lainnya.(nas)