50 Juta Watt Disiapkan untuk Kawasan Mandalika

SEGERA DIBERANGKATKAN - Kapal pembangkit listrik dari Turki kapasitas 60 megawatt segera diberangkatkan dari Turki menuju Lombok dan akan ditempatkan di perairan komplek PLTU Jeranjang Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)
Pengelola kawasan wisata Mandalika Resort, Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC) menyiapkan pembangkit listrik berkapasitas 50 Megawatt (Mw) untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu. Hal itu diungkapkan Komisaris ITDC, L. Gita Ariyadi, M. Si di Mataram, Kamis (30/6).
Pembangkit tersebut menggunakan tenaga matahari, atau lazim disebut Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Inisiasinya menggunakan solar cell dengan kapasitas 50 Mw. Daya yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekitar kawasan,” jelas Asisten II Setda NTB ini.
Kelebihan dayanya akan dihubungkan langsung dengan jaringan PLN. Pembangunan PLTS berkapasitas 50 Mw ini, lanjut L. Gita Ariyadi, akan dibangun atas kerjasama antar BUMN, di antaranya PLN, Pertamina dan ITDC yang renacanya akan menyiapkan lahan seluas 60 hektar untuk peralatan pembangkit.
“Saat ini sedang tahapan MoU dengan Pertamina, PLN. Pertamina telah memiliki Joint Development Agreement (JDA) dengan Aquo Energy,” tambahnya.
Dalam rencana besar membangun pembangkit listrik di KEK ini, diharapkan seluruh BUMN saling bersinergi untuk saling mendukung satu sama yang lainnya. Guna hasil terbaik dan saling menguntungkan.
L. Gita Ariyadi menjelaskan tahapannya saat ini sedang proses dan tahapan engineering untuk selanjutnya dilelang. Dia telah melakukan kunjungan bersama Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi NTB, M. Husni, M.Si. Menyaksikan kedatangan dan mulainya pengerjaan fisik Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2×25 Mw di komplek pembangunan proyek PLTU Jeranjang, Lombok Barat.
Didampingi juga GM PLN Wilayah, NTB, L. Gita mengatakan mesin tersebut didatangkan langsung dari Singapura. Mesin tersebut diklaim mesin terbaru generasi ke-8 General Elektrical type TM 2500. Sementara mesin serupa di Gorontalo merupakan generasi ke-7 dan yang digunakan di Batam generasi ke-3.
MPP tersebut bisa digerakkan ke titik-titik yang diinginkan. Bahkan hingga Sumbawa dan Bima bila dibutuhkan penguatan. Tentu setelah di Lombok berfungsi optimal Lombok Peaker 150 megawatt, VMPP 50 Mw dan Jeranjang unit II dari III unit masing-masing berkapasitas 25 Mw.
Apalagi diperkuat lagi dengan rencana kedatangan mesin pembangkit listrik dari Turki, kapal Zeynep Sultan kapasitas 60 megawatt. Sesuai rencana, kapal pembangkit listrik alternatif kerjasama antara PLN dengan Karpowership ini akhir tahun 2016 ini sudah beroperasi dan memperkuat sistem kelistrikan di Lombok. (bul)