Bulog Minta Kabupaten/Kota Lunasi Miliaran Rupiah Tunggakan Raskin

Mataram (suarantb.com) – Penyaluran beras miskin (raskin) yang dilakukan Bulog setiap bulannya menyisakan hutang dari desa dan kelurahan di beberapa kabupaten/kota, khususnya di Pulau Lombok. Tunggakan pembayaran raskin mencapai angka miliaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perum Bulog Divre NTB M. Ramadhan melalui rilis yang diterima suarantb.com meminta kabupaten/kota segera melunasi tunggakan tersebut. Jika tidak segera dibayarkan, maka Bulog tak dapat mengalokasikan raskin untuk penyaluran berikutnya.

“Kalau belum lunas, kami tidak bisa memberikan alokasi raskin, karena nanti jika dibiarkan seperti ini terus hutangnya akan semakin bertambah. Ini mereka bukan berhutang pada Bulog saja, tapi pada negara,” jelasnya.

Beberapa kabupaten/kota seperti Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih menunggak karena tiga kabupaten/kota tersebut belum menerapkan mekanisme ada barang ada uang (cash and

carry). Hanya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang bebas hutang karena telah menerapkan mekanisme ada uang ada barang dalam penyaluran raskin.

“Penyaluran raskin untuk Kabupaten Lombok Tengah sendiri sudah menggunakan mekanisme cash and carry, artinya ada uang ada barang. Sehingga hutang raskin untuk Lombok Tengah nol atau zero,” jelas Ramadhan.

Hutang atau tunggakan pembayaran raskin untuk Kota Mataram per tanggal 22 juli sebesar Rp 184 juta lebih dari enam kecamatan. Sedangkan KLU per tanggal 21 Juli 2016 sebesar Rp 95 juta lebih dari empat kecamatan yaitu Pemenang, Tanjung, Gangga, dan Kayangan.

Tunggakan raskin terbesar berasal dari Lobar. Per tanggal 22 Juli 2016, total hutang raskin mencapai Rp 1,2 miliar lebih. Ramadhan menyebutkan hampir semua kecamatan di Lobar menunggak, kecuali Batu Layar. (ros)