UKM Keluhkan Mahalnya  Sewa Lapak di Pameran MTQ Nasional

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah kegiatan  menyemarakkan acara MTQ Nasional ke-26 adalah Pameran Peradaban Islam, NTB Expo, dan promosi produk unggulan daerah se-Indonesia.  Namun peserta pameran yang berasal dari kalangam Usaha Kecil Menengah (UKM), mengeluhkan mahalnya biaya  sewa untuk lapak penjualan. Mereka dikenakan biaya  Rp 2 juta  per lapak yang berlokasi di  samping arena utama MTQ Nasional di Islamic Center.

Salah seorang UKM penjual manisan, Anis mengatakan biaya sewa lapak itu terlalu mahal. “Belum gaji karyawan, makan karyawan, kalau  untung nggak apa-apa yang penting modal kembali,” katanya kepada suarantb.com, Selasa, 18 Juli 2016.

Para pelaku UKM menggelar rapat di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, dalam rangka memeriahkan acara MTQ, Selasa, 19 Juli 2016. Anis menuturkan, banyak pengusaha yang berpikir ulang mengikuti kegiatan tersebut, dan sebagian yang lain berpikir untuk menaikkan harga.

Terkait persoalan tersebut, Kepala Disperindag NTB, Ir. Hj.  Budi Septiani  mengatakan tidak ada anggaran  dari pemerintah daerah untuk biaya sewa bagi lapak UKM. Kecuali untuk pameran Peradaban Islam (PPI) dan NTB Expo. “Dari kita memang tidak ada anggaran untuk persiapan itu,” pungkasnya.

Budi menjelaskan, anggaran untuk Pameran Peradaban Islam dan NTB expo sendiri berasal dari masing-masing SKPD untuk mengisi lapak. “Kalau untuk persiapan pameran peradaban Islam kan masing-masing SKPD sudah punya anggaran sendiri untuk membawa anak binaan mereka masing-masing,” terangnya.

Budi menyebutkan untuk  pameran peradaban Islam, sudah 85 persen jumlah lapak yang terisi. Ia mengatakan banyak peserta yang membayar dengan uang muka dan ada sebagian yang sudah melunasi, “Iya untuk peserta sekarang ini sudah ada yang membayar dengan panjar,  ada juga yang sudah lunas,” pungkasnya. (ism)