Bangunan Pasar Tak Sesuai Keinginan Pedagang

Mataram (suarantb.com) – Penataan pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Mataran masih semrawut. Salah satunya di Pasar Kebon Roek, Ampenan. Pedagang yang berjualan di pasar ini meluber sampai ke area yang seharusnya untuk lahan parkir. Kebanyakan pedagang lebih memilih berjualan di luar bangunan pasar. Sementara di bagian dalam bangunan, terutama lantai dua, dibiarkan kosong dan sepi.

Kepala Pasar Kebon Roek, Roos Hariadi mengungkapkan bentuk bangunan pasar tidak sesuai dengan yang diinginkan pedagang. Akibatnya, para pedagang tidak mematuhi peraturan berjualan di dalam bangunan yang disediakan. Pedagang menginginkan bentuk bangunan yang memanjang dan tidak bertingkat untuk memudahkan pembeli maupun pengangkutan barang.

Lantai dua bangunan Pasar Kebon Roek yang jarang ditempati pedagang
Lantai dua bangunan Pasar Kebon Roek yang jarang ditempati pedagang

Roos mengatakan keterbatasan jumlah petugas pasar menjadi kendala dalam penertiban pedagang yang jumlahnya banyak. Untuk itu diusulkan relokasi pasar agar penataan lebih mudah dilakukan, serta memudahkan pedagang dan pembeli.

Baca juga:  Pasar Lelang Digital Mulai Diterapkan di NTB

Ia menjelaskan alasan para pedagang enggan  berjualan di dalam bangunan karena banyak mengalami kerugian. Terutama di lantai dua, para pedagang mengeluhkan lebih banyak mengeluarkan biaya daripada untung yang didapatkan. Sementara pembeli yang naik ke lantai dua sangat sedikit.

“Biaya untuk naik itu dirasa besar oleh pedagang, seperti biaya angkut barang misalnya, sekali naik itu keluar Rp 3 ribu. Sementara pembelinya sedikit. Mereka jadi rugi,” terangnya kepada suarantb.com, Selasa, 19 Juli 2016.

Salah seorang pedagang di Pasar Kebon Roek, Railah mengungkapkan kerap dagangannya tak laku jika berjualan di dalam bangunan. “Kalau (berjualan) di dalam, nanti ndak ada yang beli,” ujarnya.

Baca juga:  Pasar Lelang Digital Mulai Diterapkan di NTB

Railah mengatakan banyak pedagang yang mendapat lokasi berjualan di dalam bangunan justru keluar memenuhi area depan pasar. Menurutnya petugas pasar sudah sering memperingati para pedagang agar kembali berjualan di dalam bangunan yang disediakan. Namun para pedagang tidak mematuhi.

Seorang pengunjung Pasar Kebon Roek, Satimah mengungkapkan hal yang sama. Ia berkata bahwa setiap hari petugas pasar memberikan teguran kepada para pedagang untuk menempati bangunan. Namun pedagang menolak dengan alasan tak ada pembeli.

“Pembeli nggak ada yang mau masuk, apalagi naik ke lantai dua. Banyakan diluar, sebentar lagi juga sudah sepi. Nggak ada yang mau naik,” jelasnya. (rdi)