Diskop dan UMKM Targetkan 500 Koperasi Syariah di NTB

Mataram (suarantb.com) – Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Provinsi NTB, menargetkan tahun 2018, sudah terbentuk 500 koperasi syariah di daerah ini. Target ini sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang telah ditetapkan.

Demikian disampaikan Kepala Diskop dan UMKM NTB, Dra. Hj. Putu Selly Handayani, M.Si kepada suarantb.com, Senin 18  Juli 2016. Dijelaskan, untuk mencapai target tersebut, saat ini Diskop dan UMKM NTB sedang gencar melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah NTB. Sosialisasi terutama dilakukan ke pondok pesantren (Ponpes) yang jumlahnya sangat banyak di daerah ini.

‘’Seluruh Ponpes memiliki koperasi. Baik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan juga Koperasi  Serba Usaha (KSU). Inilah yang kita dorong agar kegiatannya berganti menjadi kegiatan syariah,’’ kata Selly. Langkah mendorong tumbuhnya koperasi syariah di daerah ini, agar kegiatan usahanya berbasis syariah.

‘’Artinya, kegiatan koperasi berbasis syariah itu menjunjung prinsip-prinsip keadilan. Menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan menghindari riba,’’ jelasnya.

Koperasi yang sudah ada jika beralih ke usaha berbasis syariah, mekanismenya tidak sulit. Bahkan kata Selly, untuk mengubahnya ke koperasi syariah pemerintah menyediakan anggaran. ‘’Untuk mengubah Anggaran Dasar (AD) menjadi koperasi syariah, pemerintah menyediakan anggaran. Jadi semuanya gratis. Tenaga kerja pengelola koperasinya juga akan kita latih dan tanpa biaya alias gratis.’’

Selly yang sedang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur melakukan sosialisasi saat diwawancarai suarantb.com, optimis target 500 koperasi syariah sudah terbentuk tahun 2018. ‘’Saat ini sudah ada 200 koperasi syariah. Insya Allah, tahun 2018 target 500 koperasi syariah tercapai,’’ katanya optimis. (*)