Usai Lebaran, Omzet Pedagang Daging di Lotim Turun Drastis

Selong (suarantb.com) – Usai lebaran, omzet para pedagang daging sapi dan daging ayam di pasar Pancor Lombok Timur (Lotim) turun drastis. Selain itu, harga daging sapi dan daging ayam juga turun.

Salah satu pedagang  daging sapi di pasar Pancor, Hj. Cinda menuturkan hasil penjualan  usai lebaran menurun. Selama lebaran,  bisa terjual satu kuintal daging sapi setiap hari dengan harga Rp 110.000 per Kg. Namun setelah lebaran, harga daging sapi turun  menjadi Rp 105.000 per Kg.  Jumlahnya pun berkurang dari satu kuintal  menjadi 50 Kg  setiap hari. “Penjualan selesai lebaran sepi, kita jual Rp 110.000 sekarang jadi Rp 105.000,” kata Hj. Cinda ketika dikonfirmasi suarantb.com, Sabtu, 9 Juli 2016.

Sebelum lebaran, kata Hj. Cinda khusus untuk daging campur tulang harganya Rp 80.000 per Kg. Tetapi setelah lebaran, turun menjadi Rp 70.000 per Kg.

Pantauan suarantb.com, penurunan omzet dan harga tidak hanya terjadi pada daging sapi. Tapi juga daging ayam kampung. Salah seorang pedagang ayam di pasar Pancor,  Zulkipli mengatakan selama Lebaran mengaku dapat menjual ayam sebanyak 1.000 ekor setiap hari. Penjualan sebanyak itu ia nikmati selama dua hari sebelum lebaran tiba. “Saya bisa menjual ayam sebanyak 1.000 ekor saat lebaran, dan dapat untung rata-rata Rp 1.000.000 per hari,” ungkapnya.

Namum penjualan ayam kampung menurun drastis setelah lebaran menjadi 50 ekor setiap hari, dengan keuntungan sangat minim, sebesar Rp 50.000. “Setelah lebaran, untung hanya Rp 50.000 per hari, itupun kalau ada,” ungkapnya. (ism)