Mudik-Balik Lebaran, Kebutuhan BBM Meningkat 10 Persen

Selong (suarantb.com) – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama arus mudik-balik lebaran di NTB meningkat sebesar 5-10 persen. Pertamina telah menyiapkan kebutuhan BBM tersebut selama arus mudik-balik lebaran tahun 2016 ini.

Hal tersebut dikatakan Staf Sales Executive TBBM Ampenan, Reggi Senjang ketika dikonfirmasi suarantb.com, Sabtu, 9 Juli 2016. “Prediksi kami sih meningkatnya 5-10 persen kalau di NTB,” katanya.

Prediksi peningkatan kebutuhan BBM itu berdasarkan pengalaman tahun 2015. Reggi mengatakan meningkatnya  penggunaan BBM dipicu peningkatan arus masuk kendaraan ke NTB pada saat  malam takbiran.

Peningkatan drastis bahan bakar yang digunakan pada mudik tahun ini, terlihat pada BBM jenis  premium. Di NTB, jumlah kebutuhan premium sebanyak 1.800 kilo liter  per hari.

BBM jenis solar tidak mengalami peningkatan jumlah konsumsi  saat lebaran. Hal ini dikarenakan  solar tidak terlalu diprioritaskan saat Lebaran.”Rata-rata biosolin kita ini kan untuk premium, kita menyalurkan sampai 1.800 per hari,” sebutnya.

Reggi menjelaskan PT Pertamina tidak hanya melakukan penambahan pasokan BBM jenis premium. Untuk memenuhi kebutuhan pemudik, pihak Pertamina juga melakukan peningkatan waktu kerja dan penambahan jumlah karyawan, pada masing masing SPBU. “Kalau buka 24 jam, otomatis SPBU itu menambah tenaga kerjanya,” jelas Reggi.

Reggi juga mengatakan SPBU di Pulau Lombok yang paling banyak menghabiskan BBM  adalah di bagian Senggigi,  Karang Jangkong dan Kekalik Kota Mataram. Selain itu juga  SPBU yang berada pusat perbelanjaan. Sedangkan di Pulau Sumbawa, rata-rata  peningkatan di kota-kota besar, seperti di Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Ia menambahkan pelayanan ekstra dari Pertamina sendiri sudah mulai sejak tanggal 21 Juni – 21 Juli 2016. Kebutuhan BBM akan kembali normal beberapa hari setelah puncak arus balik. Namun Pertamina tetap akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) sampai 21 Juli mendatang.

Reggi memastikan sampai saat ini cadangan BBM di NTB  masih cukup aman, termasuk suplai dari kapal tanker. “Alhamdulillah sejauh ini, kita masih aman. Termasuk suplai dari kapal tanker  kita tidak ada kendala sejauh ini,” jelasnya. (ism)