Ekonomi NTB Melaju 7,10 Persen Tanpa Tambang

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB memuji pertumbuhan ekonomi NTB yang cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi NTB melaju 7,10 persen pada triwulan IV 2017, tanpa tambang. Biasanya, pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang hanya tumbuh 5 persen setiap triwulan.

‘’Tanpa tambang, pada triwulan IV 2017, ekonomi NTB tumbuh 7,10 persen. Cukup bagus. Bukan karena di akhir masa pemerintahan TGB (Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi). BPS tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk Pak Gubernur,’’  kata Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih dalam rilis, Senin, 5 Februari 2018 kemarin.

Iklan

Sumber pertumbuhan ekonomi utama menurut lapangan usaha, diantaranya pertanian paling tinggi. Konstribusinya sampai 1,37 poin, menyusul perdagangan sebesar 1,02 poin. Selanjutnya, konstruksi 0,68 poin, transportasi 0,45 poin, jasa keuangan 0,30 poin. Kemudian jasa pendidikan 0,26 poin dan pertambangan minus 5,15 poin.

Dalam rilis resmi kemarin, hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Hidayat, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan, Taukhid, Kepala Dinas Kominfotik, Tri Budiprayitno, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, Kepala Biro Humas Setda NTB, H.Irnadi Kusuma dan pejabat lainnya.

Endang memaparkan secara umum, kondisi perekonomian NTB berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku triwulan IV-2017 yang mencapai Rp 31,19 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,26 triliun. Sehingga PDRB tahun 2017 menjadi Rp 123,9 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp 94,6 triliun atas dasar harga konstan.

Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2017 dibandingkan  tahun 2016 (c-to-c) tumbuh sebesar 0,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa keuangan yaitu sebesar 9,98 persen.

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2017 dibanding periode yang sama tahun 2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 0,58 persen, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh 12,65 persen.

Ekonomi  NTB pada triwulan IV-2017 dibanding triwulan III-2017 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 11,28 persen. Di mana Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi hingga -26,59 persen.  Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan IV-2017 tanpa pertambangan bijih logam,  secara c to c tumbuh 7,10 persen, secara y on y tumbuh 8,30 persen, dan secara q to q tumbuh -6,06 persen.

‘’Karena itu, jaga tambang itu jangan sampai produksinya terus menerus turun. Karena akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi,’’ pesannya. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional