Ekonomi NTB Diyakini akan Tumbuh di Kisaran 3 Persen

Heru Saptaji. (Suara NTB/bul)

Selong (Suara NTB) – Seiring dengan penurunan angka Covid-19 baik di level nasional dan daerah NTB, ekonomi menuju pemulihan dan diperkirakan pertumbuhannya di kisaran 3 persen selama tahun 2021 ini. Proyeksi ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji, usai melakukan kegiatan tanam kluster cabai unggulan di Desa Kerongkong, Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur, Rabu, 6 Oktober 2021.

Sebelumnya, pertumbuan ekonomi NTB tahun 2021 ini ditargetkan berada pada rentang 4 ± 1, namun, karena pandemi Covid-19 yang sudah memasuki dua tahun ini mengakibatkan hampir seluruh sektor terdampak. Sehingga pertumbuhan ekonomi di NTB targetnya capaiannya bekurang sekitar 1 persen dari target. “Kalau capaian pertumbuhan ekonomi 2,8 atau 3 persen di NTB, menurut proyeksi kami masih masuk, okelah,” kata Heru Saptaji.

Iklan

Diketahui, Kasus Covid-19 di Provinsi NTB menurun drastis. Update per Senin, 4 Oktober 2021, hanya tersisa 8 kasus positif. Ruang isolasi di seluruh rumah sakit di Lombok dan Sumbawa hampir kosong. Penurunan laju penyebaran pandemi Covid-19 ini berdampak NTB dapat menggeser Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level II ke level I.

Level I berarti kasus Covid-19 sangat rendah. Terjadi penurunan drastis, kurang dari 20 kasus per 100.000 penduduk per minggu. Rawat inap kurang dari 5 orang per 100.000 penduduk. Sedangkan kasus kematian kurang dari 1 orang per 100.000 penduduk. Tanda-tanda baik ini, kata Heru Saptaji harus terus dipertahankan, dan ditingkatkan. Tidak saja oleh pemerintah daerah, melainkan juga peran aktif seluruh masyarakat. Kegiatan vaksinasi juga dilakukan sangat gencar oleh pemerintah daerah bersama TNI/Polri.

Apalagi Lombok, NTB akan menjadi tuan rumah perhelatan World Superbike pada minggu ketiga November 2021 ini di Sirkuit Mandalika. Salah satu syarat penyelenggaraan event internasional ini, minimal vaksinasinya mencapai 70 persen. Heru mengatakan, penuruan angka covid-19 ini berkorelasi dengan aktivitas ekonomi akan meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat.

“Itu sudah hukum casualitas yang secara alamiah terjadi. Dan saya selalu mengatakan optimis, karena kita punya analisis data dan kita melihatnya secara holistic (keseluruhan),” ujarnya. Tahun 2021 ini tetap diyakini pertumbuhan ekonomi NTB pisitif. Karena prospek yang ada, perguliran ekonomi jauh lebih cepat. Vaksinasi yang gencar dilakukan akan berdampak pada pencapaian herd immunity (kekebalan kelompok). Sehingga tingkat percaya diri masyarakat lebih kuat untuk melakukan aktivitas.

“Indikator Keyakinan Konsumen juga cukup bagus sekarang. Walaupun Triwulan III sempat ada varian delta, PPKM, sehingga terjadi penyesuaian. Wajarlah transportasinya juga tersendat, kegiatan orang terbatas. Sekarang trennya membaik sejalan dengan penurunan angka Covid-19nya,” demikian Heru Saptaji. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional