Ekonomi Kreatif Tulang Punggungnya Literasi

Podcast Kadis DPK Provinsi NTB Julmansyah dengan Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Septian Rachmat. (ist)

Mataram – Ekonomi kreatif sedang kencang digencarkan sebagai alternatif sumber perekonomian baru. Namun tantangannya ketika ekonomi kreatif dihubungkan dengan literasi.

Sebagian berpikiran hubungan antara kedua unsur itu sulit bertemu kutubnya. Tapi pada dasarnya tidak, karena keduanya punya hubungan erat. “Ekonomi kreatif itu back bone –nya adalah ide atau gagasan. Ide gagasan hasil mengolah dari apa yang dibaca dan diamati,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Keasipan (DPK) Provinsi NTB Julmansyah, M.Ap.

Iklan

Itu disampaikan dalam dialog yang dikemas dalam Podcast di Kanal Youtube Koalisi, Jumat 26 November 2021. Dalam dialog itu, ia dipertemukan dengan Ketua DPW Gerakan Kreatifs Nasional (Gekrafs) NTB, Yeyen Septian Rachmat.

Lanjut Julmansyah, ide dan gagasan tidak lahir begitusaja. Kekayaan cara berpikir pelaku ekonomi kreatif lahir dari bahan bacaan yang menginspirasi menjadi ide atau gagasan yang banyak tersedia di perpustakaan.

“Baik perpustakaan daerah, perpustakaan desa maupun komunitas,” ujarnya.

Maka perpustakaan dapat diartikan sebagai tempat menimba gagasan dan atau ide pengembangan usaha serta menciptakan peluang baru.

Selama ini perpustakaan hanya sebagai sumber transfer knowledge. Pengunjung datang, membaca dan memindahkan dalam pikirannya.

Seharusnya, apa yang dibaca maupun didapat dari perpustakaan, harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari hari. Maka dalam konteks ekonomi kreatif, perpustakaan menurutnya harus jadi ruang belajar kontekstual.

“Apa yang didapatkan dari bacaan, kemudian dipraktikkan dalam proses membangun ekonomi kreatif itu,” kata Julmansyah menjelaskan.

Gagasan tentang transformasi Perpustakaan Berbasis Ekonomi Kreatif itu disambut Yeyen.

Menurutnya dia, secara kelembagaan sangat mengapresiasi kolaborasi antara Gekrafs dengan Dinas Perpustkaan tersebut.

“Saya pikirini ini akan jadi salah satu penyemangat tumbuhnya ekonomi kreatif . Kita butuh jurnal jurnal ekonomi kreatif. Sumber sumber bacaan lain tentang itu,” jelasnya. (tim)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional