Ego Sentris Hambat Pengentasan Kemiskinan di Loteng

Praya (Suara NTB) – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diakui masih lamban.  Lemahnya koordinasi antarinstansi terkait, diperparah dengan masih adanya ego sentris antar instansi membuat program-program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan belum mampu berjalan maksimal.  Hal itu diakui Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., kepada wartawan, Jumat, 19 Januari 2018.

Suhaili tidak mengingkari, jika masih ada soal ego sentris antara instansi. Hal itu menjadi salah satu pekerjaan cukup berat untuk diminimalisir. Untuk itu, secara perlahan pihaknya terus berupaya mengikis persoalan ini dengan terus membangun pola pikir serta persepsi yang sama terkait upaya pengentasan kemiskinan.

Iklan

 “Semua SKPD programnya sekarang kita arahkan untuk bagaimana  mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Supaya pengentasan kemiskinan ini benar-benar terpadu. Melibatkan semua elemen yang ada. Terutama di pemerintah daerah,” tandas Suhaili.

Diakuinya, sekarang ini dengan perubahan kebijakan di tingkat pusat, program-program pengentasan kemiskinan difokuskan di Dinas Sosial, baik itu program bantuan langsung maupun program pendukung. Instansi yang lain  posisinya mendukung dan mem-back up program di Dinas Sosial melalui programnya sendiri.

“Fungsi koordinasi terkait program pengentasan kemiskinan, sekarang ada ada Dinas Sosial. Karenanya perlu dukungan instansi lain. Di sinilah kemudian, perlunya ego sentris dihilangkan. Supaya program pengentasan kemiskinan bisa berjalan maksimal,” tegas Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)