Dusun Bumbang Jadi Bank Pakan

Hj. Budi Septiani. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB sangat serius menggarap sektor peternakan, salah satu bukti keseriusan itu adalah ditetapkannya Dusun Bumbang, Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah sebagai bank pakan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam akun media sosialnya menyatakan kesiapan Provinsi NTB sebagai satu dari lima provinsi di Indonesia yang dijadikan pilot projek oleh Kementerian Pertanian RI untuk mengembangkan program seribu desa sapi.

Iklan

“Mengunjungi Dusun Bumbang Kecamatan  Pujut, Lombok Tengah yang akan dijadikan Bank Pakan Ternak untuk mensukseskan bantuan 1.000 sapi di Kecamatan Pujut Lombok Tengah,” tulis gubernur usai melakukan kunjungan.

1.000 sapi ke Kecamatan Pujut Lombok Tengah ini menurutnya akan di serahkahkan bantuan seribu sapi untuk lima desa bersebelahan di Kecamatan Pujut tahun 2020 ini, sebagaimana di Labangka.

“Karenanya, semua persiapan hrs matang dan baik. Desa-desa di Kecamatan  Pujut, Lombok Tengah ini sudah sangat siap. Alhamdulillah, NTB terpilih sebagai 5 provinsi percontohan yang akan memulai programnya tahun ini,” demikian gubernur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani di temui di ruang kerjanya, Rabu, 14 Oktober 2020 memaparkan soal bank pakan sebagai salah satu strategi Pemprov NTB memuluskan industrialisasi peterenakan.

Karena hampir 70 persen kesukseskan program peternakan tergantung kesiapan/ ketersediaan pakannya.

Melalui program 1.000 desa sapi, diantaranya yang dikembangkan di NTB, provinsi ini juga mendapatkan satu tambahan program dari Kementerian Pertanian yang disebutnya sebagai bank pakan.

“Bank pakan di NTB ini Insya Allah akan di launching oleh pak Dirjen, siapa tau di launching oleh pak Menteri (Mentan). Harapannya supaya bisa replikasi untuk daerah-daerah lain,”  ujarnya.

Di lokasi kawasan ditetapkannya sebagai bank pakan di desa desa yang jadi percontohan desa seribu sapi ini, selama ini masyarakatnya lebih memilih menanam pakan ketimbang yang lainnya. Jenis pakan yang ditanam adalah odot, legume. Didalamnya termasuk rumput gajah dan turi.

Menanam pakan ternak ini dipilih karena lebih praktis, dan menghasilkan. Serta efisien biaya. Panen 42 hari sekali. pembeli pakan datang dari mana-mana. Untuk pengembangan pakan inipun, masyarakat rela membiayai pembangunan sumur-sumur bor untuk membantu pengairannya.

Masyarakat di desa – desa yang dijadikan percontohan dari 1.000 desa sapi ini memegang prinsip. Dengan menanam pakan, bisa membeli sapi dan membeli gabah. Sebaliknya, menanam padi belum tentu bisa membeli sapi.

Dusun Bumbang sebagai bank pakan ini akan mendapatkan fasilitas dan peralatan untuk mengolah pakan ternak kata kepala dinas. Pakan yang diolah termasuk limbah hasil pertanian.

“Dari pakan, kemudian limbah peternakan, outputnya akan ada pengemasan pakan. Misalnya di bal seukuran 50 Kg. kita menuju industri peternakan yang modern,” imbuhnya.

Alat pencacah pakan juga akan diberikan bantuan oleh pemerintah. nantinya pakan modern bisa didapat oleh para peternak di bank pakan ini. ada 40 hektar didusun Bumbang yang sudah ditanami sebagai HPT (Hijauan Pakan Ternak). Dan ada 35 hektar yang ditanami lamtoro. Penanaman dilakukan bersamaan dengan datangnya musim hujan. (bul)