Dunia Usaha Dilibatkan Uji Calon Wirausaha Pertanian dari SMKPP Mataram

0
Kepala SMKPP Mataram, Sugiarta (tengah) memantau pelaksanaan UKK. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Untuk mempersiapkan generasi-generasi emas yang akan berkecimpung langsung di dunia wirausaha sektor pertanian secara luas, SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Mataram konsisten melakukan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) kepada calon-calon lulusannya. Bahkan UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini melibatkan assessor professional, termasuk dari dunia usaha langsung.

SMK PP Negeri Mataram mulai melakukan UKK kepada calon-calon lulusannya di kelas III, sejak Senin 5 hingga 8 April 2021. Sebanyak 192 siswa diuji. Masing-masing untuk kompetensi keahlian, Agribisnis Pengelolaan Hasil Pertanian (APHP), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Kesehatan dan Reproduksi Hewan (KRH). Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (PPT), Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) dan Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

IKLAN

“Pengujinya melibatkan dari internal, dan assessor eksternal. (siswa) sebelum lulus, harus mendapatkan sertifikat kompetensi melalui proses pengujian ini,” kata Kepala SMKPP Negeri Mataram, sekaligus penanggungjawab UKK tahun 2021, Sugiarta, S.Pi, M.Pd, M.Si ditemui saat melakukan pemantauan langsung proses UKK di SMK PP Negeri Mataram, Senin, 5 April 2021.

Dunia usaha untuk penguji eksternal yang dilibatkan dalam UKK ini misalnya, UD. Lombok Orchid, Kota Mataram. CV. Griya Agroforestry Lombok Barat, UPTD Balai Benih Induk Pertanian Distanbun NTB, UD. Azhari Pringgarata, Lombok Tengah. UPTD Balai Benih Ikan Kumbung, UPTD Balai Inseminasi Buatan Banyumulek, Balitbangtan BPTP Provinsi NTB, dan UPT Kesehatan Hewan.

Masing-masing penguji eksternal melakukan penilaian sesuai jenis usaha dan keahliannya. Misalnya, dari UD. Lombok Orchid, siswa – siswi diuji mengembangkan anggrek menggunakan kultur jaringan dan teknologi media tanam. Dari Balitbangkan BPTP Provinsi NTB juga melakukan uji ternak unggas. Perlakukan dari DOC hingga, perlakukan di kandang. Pengujian juga dilakukan di masing-masing UPTD dan UPT.

Selain menggunakan fasilitas uji yang ada di SMK PP Negeri Mataram. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan siswa siswi yang diuji ditengah pandemi Covid-19. Pelaksanaan UKK juga dilakukan dengan protokol Covid-19 yang ketat. Salah satu penguji dari  UD. Lombok Orchid, Pujianto mengatakan, materi ujiannya tidak saja atas apa yang sudah didapatkan di sekolah. Tetapi calon lulusan ditantang untuk berkreasi menjadi wirausaha millennial di sektor pertanian.

Materi uji tentang menanam angrek misalnya. Peserta uji menurutnya sudah memahami tentang materi ujinya. Tinggal digali kreatifitasnya untuk berwirausaha menjadi resseler anggrek, atau supplier anggrek. Atau petani anggrek. “Secara umum sudah difahami materi ujinya. Lulusan SMK PP Mataram ini bisa didorong menjadi wirausaha angrek karena peluangnya terbuka,” demikian Pujianto.

Sugiarta menambahkan, UKK dilakukan untuk mengukur hasil belajar, teori dan praktik yang sudah dilaksanakan di sekolah. Lebih luas, UKK adalah standar kompetensi untuk memastikan lulusan SMK PP Mataram terjun ke lapangan dan siap menjadi wirausaha pertanian dari hulu ke hilir. (bul)