Dunia Maya Jadi Medan “Perang” Bakal Calon di Pilkada 2018

Mataram (Suara NTB) – Dunia maya merupakan salah satu jadi medan pertempuran para pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada serentak NTB 2018 ini. Para tim sukses sengaja merekrut orang profesional untuk dijadikan pasukan siber yang akan diturunkan “berperang” di dunia maya.

Pasukan siber ini tidak hanya ditugaskan untuk memasifkan kampanye dan sosialisasi pasangan calon yang mempekerjakannya kepada masyarakat dunia maya. Tapi juga bertugas untuk melakukan penyerangan terhadap musuh sekaligus menangkis serangan kampanye hitam yang dilancarkan oleh lawan politik terhadap calon yang didukungnya.

Iklan

Demikian salah satu pasukan siber dari salah satu bakal pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang namanya enggan dikorankan kepada Suara NTB Senin, 5 Februari 2018.

“Kita diminta sama tim calon jadi buzzer-nya di media sosial. Tim buzzer ini ada berapa orang yang saya tahu. Tapi mungkin lebih banyak lagi, karena kita hanya komunikasi saja sama tim calonnya dan saya diajak sama teman,” tutur sumber ini kepada Suara NTB.

Masing-masing orang, membuat akun media sosial (bodong) sampai belasan akun. Akun tersebut digunakan untuk mengkampanyekan pasangan calon yang didukung. Beberapa akun juga digunakan untuk menyebarkan berita negatif terhadap pasangan calon lain, sekaligus untuk melakukan counter isu-isu negatif yang menyerang calonnya.

“Ya, kita buat akun palsu sampai lebih dari 10 akun untuk satu orang. Nanti akun-akun itu kita gunakan untuk mengshare berita calon kita,” akunya.

Lebih lanjut disebutkan sumber ini, rata-rata tim siber tersebut adalah orang-orang yang memang sudah paham dengan dunia digital, dan jago memainkan agar berita mendapatkan banyak pembaca dan perhatian publik di dunia maya.

“Biasanya itu orang-orang bloger itu yang dipakai, saya juga diminta sama teman saya. Ya kita dibayar tapi ada juga yang secara sukarela,” ungkapnya tanpa mau menyebutkan nominal bayaran yang ia terima.

Pantauan Suara NTB, di akun media sosial facebook, isu Pilkada memang menunjukkan sudah cukup ramai. Statu-status terkait Pilkada hampir tiap detik berseliweran. Ada yang berisi konten positif maupun negatif. Tidak jarang juga antar akun saling adu argumen yang cukup panas antar pendukung salah satu pasangan calon.

Sejumlah tim sukses pasangan calon yang dikonfirmasi terkait keberadaan tim siber itu, mengakui bahwa pihaknya memang memiliki tim yang mengelola akun media sosial, yang bertugas untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan pasangan calon. Tapi mereka menolak tim tersebut dibentuk untuk tujuan berita bohong atau menyerang calon lain.

“Betul tim media sosial itu ada,” kata Ketua Tim Media pasangan Ahyar-Mori, Suaeb Qury. Namun demikian Suaeb membantah bahwa tim media sosial itu digunakan untuk menyebar berita negatif. Tim tersebut hanya mengelola akun kampanye resmi, yang nantinya akan dilaporkan ke KPU.

Selain itu, kampanye di media sosial dilakukan oleh Ahyar-Mori juga bertujuan mengajak para pemimpin generasi mileneal yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan Pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada NTB 2018. “Jadi kita fokus pada upaya mendorong kreativitas pelajar, pemuda dan mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris tim pemenangan pasangan Ali-Sakti, M. Zainul Fahmi mengaku pihaknya masih belum memiliki tim khusus yang mengelola akun media sosial. Jikapun ada itu masih atas inisiatif pendukung sendiri-sendiri.

Di tempat terpisah, Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli, menyampaikan bahwa pihaknya telah membuat tim satgas nusantara yang bertugas untuk memantau aktivitas kampanye didunia maya. Pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis jika menemukan akun media sosial yang sengaja menyebar berita bohong terkait Pilkada. (ndi)