Dukungan PKS Condong ke Pasangan Mo-Novi

Abdul Hadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Diketahui ada dua figur kandidat bakal calon yang tengah memperebutkan dukungan PKS di Pilkada Sumbawa 2020, yakni calon internal Andi Tirta dengan calon eksternal, Mohammad Abdullah yang berpasangan dengan Dwi Noviani (Mo-Novi).

Keduanya telah dikirim oleh DPD PKS Sumbawa ke DPW PKS NTB untuk dibahas dan kemudian direkomendasikan ke DPP PKS untuk diputuskan, siapa yang akan didukung diantara keduanya.

Iklan

Namun demikian, PKS nampaknya lebih condong akan menjatuhkan dukungannya kepada pasangan Mo-Novi, dengan melihat berbagai pertimbangan dan kelebihan dibandingkan dengan calon internal yakni Andi Tirta.

“Kalau soal peluang Mo-Novi yang tentu berpeluang. Karena dialah yang paling lengkap syaratnya untuk saat ini, sudah ada pasangan dan juga partai koalisi. Kalau Andi Tirta belum punya pasangan yang kita terima dari DPD PKS Sumbawa,” ujar Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi saat dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD NTB, Rabu, 4 Maret 2020.

Sebelumnya PKS sudah memberikan deadline kepada Andi untuk memutuskan siapa pasangannya untuk tampil di Pilkada Sumbawa sampai pada tanggal 29 Februari lalu. Namun sampai batas waktu yang sudah ditentukan, Andi tetap belum bisa memutuskan siapa pasangannya.

Namun oleh DPD PKS Sumbawa, tetap mengirimkan nama Andi ke DPW PKS NTB sekalipun tanpa pasangan. Menurut Hadi sendiri, bahkan DPW PKS NTB juga akan tetap mengirimkan nama Andi ke DPP walaupun tanpa pasangan.

“Karena yang dikirim sama DPD ada tiga nama itu, ya sudah tiga nama itu yang akan kita proses dan kirim ke DPP apa adanya. Nanti DPP yang akan memutuskan, apakah perlu lagi Andi diberikan waktu untuk tentukan wakil atau tidak,” jelasnya.

Diketahui, dari tujuh daerah di NTB yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. PKS baru memfinalkan dukungannya hanya di Kabupaten Sumbawa Barat saja. Sedangkan di Kota Mataram masih digodok di DPP. Sedangkan lima daerah lainnya masih dalam proses di DPW PKS NTB.

“Yang sudah deklarasi satu, hanya di KSB, Mataram sudah hampir kelar di DPP, dan empat daerah sudah masuk tinggal dibahas di pusat. Untuk Lombok Tengah sendiri masih belum masuk,” pungkasnya. (ndi)