Dukung Program Vaksinasi “Serbu Dusun”, Desa di Lobar Turun ‘’Door to Door’’ Data Warga

Pemerintah Desa Kuripan bersama semua unsur turun mendata warga yang akan divaksin. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kendati stok vaksin di Lombok Barat (Lobar) saat ini masih kosong. Tetapi Pemda Lobar bersama Forkopimda, kecamatan hingga desa terus bergerak melakukan upaya percepatan. Desa-desa di Lobar turun door to door (dari rumah ke rumah) mendata data warga. Bahkan mereka hingga lembur untuk menyiapkan data warga yang akan divaksin tersebut.

Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan sejak awal program vaksinasi pihaknya bersama aparat melakukan berbagai langkah sosialisasi, penyadaran kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi ini. Bahkan semenjak Pemda memprogramkan “Vaksinasi Serbu Dusun” guna mengejar target vaksinasi harus mencapai 50-70 persen. Terkait itu, pihaknya bersama para kades lainnya diundang dalam rapat di Kantor Camat Kuripan. Selanjutnya, ia juga rapat bersama bupati dan satgas membahas upaya-upaya percepatan vaksinasi melalui Vaksinasi Serbu Dusun.

Iklan

Ketua Forum Kades Kecamatan Kuripan ini menambahkan, dalam pendataan warga ini pihaknya bersama semua perangka, Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta kader dan RT di semua dusun. Pihaknya turun pendataan dengan langsung mengambil KK ke rumah warga. Ada juga warga yang langsung mengantar sendiri ke kadus. Selanjutnya, kadus dan kader serta RT memilah KK mulai dari anak di atas 12 tahun yang akan menjadi sasaran vaksinasi.

Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi mengatakan pihaknya terus melakukan upaya percepatan dengan melipat gandakan jumlah tenaga vaksinator untuk mengejar target vaksinasi. “Semua tenaga kita lipat gandakan, menjadi dua tenaga vaksinatornya, yang input datanya, titik tempat vaksinasi juga kita lipat gandakan,” jelasnya.

Untuk menambah tenaga penginputan data, pihaknya mengerahkan PNS yang baru diangkat maupun CPNS. Karena sesuai arahan bupati, dilakukan penambahan tenaga karena titik-titik pelaksana vaksinasi ditambah. Hal juga mencegah, data warga yang sudah divaksin justru tidak masuk, seperti kejadian data Warga yang masuk ke persentase Kota Mataram. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional