Dukung Program Vaksinasi, Input Data Warga yang Sudah Divaksinasi Dipercepat

Wakapolda NTB Brigjen Pol Drs. Ruslan Aspan menenangkan salah seorang siswa SMK Negeri 1 Praya, saat divaksin, Jumat, 1 Oktober 2021. Saat ini pemerintah bersama TNI dan kepolisian terus menggenjot vaksinasi di Kabupaten Loteng. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Menurut data manual, capaian vaksinasi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga tanggal 29 September 2021 saat ini sudah mencapai 461.023 orang atau sekitar 60 persen lebih dari jumlah penduduk Loteng. Dari jumlah tersebut masih ada sekitar 187 ribu lebih warga yang sudah divaksin, namun belum masuk data Pcare – aplikasi khusus yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk mendukung program vaksinasi. Hal ini disebabkan datanya belum bisa diinput, karena terkendala jaringan internet.

“Kalau mengikuti data Pcare, capaian vaksinasi di Loteng baru sekitar 45,88 persen atau 352.256 orang untuk dosis pertama. Tapi kalau mengikuti data manual capaian vaksinasi sudah lebih dari 60 persen. Jadi ada selisih data antara data Pcare dengan data manual sebanyak 187.677 orang,” sebut Kapolda NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal, saat kegiatan bakti sosial (bansos) dan vaksinasi dalam rangka HUT TNI ke-76 yang dilaksanakan alumni AKABRI Angkatan 89, di SMK Negeri 1 Praya, Jumat, 1 Oktober 2021.

Iklan

Didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol Drs. Ruslan Aspan, Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gagas Nugroho, S.IK., Kasrem 162/WB Kolonel Arm. I Made Kariawa, dan pejabat utama Polda NTB lainnya, Iqbal menjelaskan kalau data penduduk yang sudah divaksin, namun belum masuk data pusat itulah yang saat ini tengah dikebut penyelesaiannya. Pihaknya pun sudah membentuk Batalyon Pcare pertama di Indonesia yang tugas utamanya melakukan input data warga yang sudah divaksin di Loteng.

Dengan melibatkan instansi terkait, mulai dari tenaga kesehatan termasuk tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Loteng. “Jadi data-data manual warga yang sudah divaksin di lapangan, dikumpulkan jadi satu. Kemudian diinput oleh Batalyon Pcare yang saat ini ditugaskan di Mapolres Loteng, ke aplikasi Pcare yang ada,” jelasnya.

Dikatakannya kontur geografi wilayah Loteng yang tidak sama membuat dukungan jaringan telekomunikasi, terutama jaringan internet juga berbeda. Ada yang bagus, ada juga yang kurang baik. Sehingga diputuskan, daerah-daerah yang masih lemah jaringan internetnya data vaksinasinya diinput di Kota Praya.

“Kondisi wilayah Loteng kan tidak sama dengan perkotaan. Itu mempengaruhi jaringan telekomunikasi. Sehingga ketika input data ke aplikasi Pcare jadi terkendala,” ujar jenderal polisi bintang dua ini.

Terlepas dari itu semua yang patut diapresiasi ialah soal capaian vaksinasi di Loteng yang laju percepatan capaian vaksinasinya sangat luar biasa. Dari awalnya hanya sekitar 18,1 persen sebelum program percepatan vaksinasi digelar, pada 18 September kemarin, kini sudah mencapai 60 persen, hanya dalam kurun waktu kurang dua pekan saja.

Inilah bukti ketika mesin-mesin TNI, Polri bekerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten hingga kepala desa, semua bisa dilakukan. Dan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan yang luar biasa, karena melihat pemerintah daerah sangat serius. Terbukti, NTB terus dibombardir dengan pengiriman vaksin oleh pemerintah pusat.

Di mana selama percepatan vaksinasi digelar, total sudah sekitar 600 ribu dosis vaksin Covid-19 yang dikirim pemerintah pusat ke NTB. Pertama sekitar 200 ribu dosis, kemudian 300 ribu dosis dan terakhir kemarin hampir mencapai 100 ribu dosis. Besarnya perhatian pusat tersebut pun sudah dijawab dengan kerja keras tim vaksinasi di lapangan.

Sementara Ainiati, salah satu warga di Praya Tengah menyebut, sebagian besar warga di tempatnya tinggal sudah divaksinasi. Pihaknya berharap dengan vaksinasi yang digelar pemerintah ini mampu menekan penyebaran Covid-19, sehingga warga kembali beraktivitas seperti biasa. (kir/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional