Dukung Pengembangan KEK Mandalika, 210 Tukang Loteng Jalani Sertifikasi Nasional

Para tukang asal Loteng tengah menjalani uji kompetensi sertifikat tukang terampil nasional, Kamis, 30 September 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah (Loteng) mulai melatih sebanyak 210 tukang untuk menjadi tukang terampil bersertifikat nasional. Para tukang terampil tersebut nantinya diharapkan bisa diserap dalam berbagai proyek nasional di daerah ini. Termasuk proyek-proyek yang ada di kawasan The Mandalika.

“Untuk tahap kita mulai melatih sebanyak 60 tenaga tukang. Yang dibagi dalam dua kelompok pelatihan, dengan masing-masing kelombok sebanyak 30 orang,” terang Sekretaris Disnakertrans Loteng, R. Mulyantoro B., kepada Suara NTB, Kamis, 30 September 2021.

Iklan

Pelatihan tersebut sekaligus uji kompetensi para tenaga tukang lokal. Untuk bisa memperoleh sertifikat tukang terampil nasional. Sehingga mereka bisa diperkerjakan di berbagai proyek yang ada di daerah ini. Terutama proyek-proyek nasional yang memang mengharuskan para tenaga tukangnya sudah bersertifikat nasional.

Dengan begitu, rekanan proyek tidak perlu lagi mendatangkan tenaga tukang dari luar yang sudah bersertifikat nasional. Karena sudah ada tukang bersertifikat nasional di daerah ini. “Ini salah satu kendala kenapa kemudian banyak tenaga tukang lokal kita tidak bisa terserap di proyek-proyek nasional. Karena memang belum bersertifikat nasional. Beda dengan tenaga tukang luar,” terangnya.

Tapi kalau sudah memiliki sertifikat nasional, maka para tenaga tukang tersebut akan bisa lebih mudah terserap di proyek-proyek yang ada. “Untuk uji kompetensi pertukangan ini, asesor langsung dari Surabaya. Dari lembaga resmi yang berwenang mengeluarkan Sertifikasi Nasional dalam hal ini Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya,” imbuh Mulyantoro.

Tidak hanya itu, bagi tenaga tukang yang sudah memiliki sertifikat nasional, standar upahnya jauh lebih tinggi dari yang belum bersertifikat. Karena akan mengikuti standar upah nasional. Jadi upahnya sama dengan tenaga tukang bersertifikat nasional dimanapun bekerja.

Lebih lanjut, Mulyantoro menjelaskan, para tukang yang menjalani uji kompetensi tersebut merupakan para tukang handal yang terpilih dari semua wilayah Loteng. Termasuk wilayah penyangga dan lingkar kawasan The Mandalika yang sebelumnya sudah melalui proses seleksi di masing-masing desa.

“Yang 210 orang ini harus selesai uji kompetensi tahun ini. Tapi tidak sekaligus, namun bertahap,” ujarnya. Memang kalau melihat jumlah tenaga tukang di Loteng jauh lebih banyak. Tetapi hanya sekitar 210 orang yang saja yang bisa mengikuti uji kompetensi. Karena itu yang direkomendasikan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Sesuai komitmen sharing anggaran yang ada. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional