Dukung Nuril, Aktivis akan Gelar Aksi Simpatik di PN Mataram

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah aktivis, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat dan praktisi hukum hadir dalam diskusi yang digelar Senin, 8  Mei 2017 di UPTD Bale Ite Mataram. Diskusi tersebut dilakukan terkait kasus UU ITE yang menjerat Baiq Nuril Maknun.

Juru Bicara #SaveIbuNuril, Nur Janah menyatakan dalam diskusi tersebut koalisi yang dibentuk menggunakan hastag #SaveIbuNuril. Pihaknya juga akan menggalang donasi untuk keberlanjutan kehidupan ekonomi keluarga  Nuril. Selain itu, mereka  juga akan menggelar aksi simpatik dan dukungan kepada  Nuril.

Iklan

“Pada hari Rabu, pada saat sidang mendengarkan keterangan saksi korban yang dilakukan di PN Mataram,” jelasnya.
Menurutnya perlu dilakukan penhgalangan dukungan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama. Karena tokoh agama juga penting untuk menyuarakan persoalan ini.

Persoalan UU ITE perlu menjadi perhatian bersama. Karena pasal-pasal yang ada di dalamnya sangat mungkin menjerat siapa saja. Harus bersama-sama menyuarakan ketidakberpihakan UU ITE terhadap masyarakat. Hal itu disebabkan  UU tersebut rentan digunakan untuk kriminalisasi.

Koalisi #SaveIbuNuril juga memperhatikan psikologi penanganan anak Nuril yang akan ditangani oleh LPA kota Mataram.”Donasi penguatan ekonomi keluarganya akan dikoordinir oleh LPA kota Mataram,” tambahnya.

Selain itu, koalisi akan melakukan hearing dan audiensi dengan DPRD dan Walikota Mataram. Hal ini mengingat  pelapor merupakan pejabat di Kota Mataram. Saat ditanya mengenai waktu audiensi, Janah memastikan akan dilaksanakan pada  Jumat mendatang.
Sebelumnya, Baiq Nuril Maknun telah menjalani sidang perdana Kamis, 4 Mei 2017  lalu. Agenda sidang perdana itu adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang tersebut, Nuril didakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Akibat perbuatannya Nuril didakwa dengan Pasal 27 ayat 1 dan Pasal 45 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1000.000.000 (satu milyar rupiah). (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here