Dukung Kebangkitan Sektor Pariwisata, NTB Temukan Alat Deteksi Keberadaan Covid-19

Kiki Yulianto (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Peneliti dari Sumbawa Techno Park Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menemukan alat untuk sistem deteksi dan surveilans Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada suatu kawasan, seperti destinasi wisata. Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan berkunjung ke NTB.

Direktur STP Sumbawa, Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P, menjelaskan pada 13 Juni 2021, Tim Sumbawa Techno Park berkesempatan mempresentasikan sistem ini di depan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur NTB, Bupati Bima, Bupati Dompu, dan Walikota Bima.

Iklan

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh publik figur Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, dan Rigen Rakelna. Ia berharap dari presentasi tersebut, Kemenparekraf memberikan bantuan berupa penambahan fasililitas alat yang dibutuhkan untuk menjalankan program sistem deteksi dan surveilans Covid-19 yang dapat mendukung program pariwisata di NTB.

‘’Dan mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berwisata di NTB,’’ ujar Kiki dikonfirmasi Senin, 14 Juni 2021.

Kiki mengatakan pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata khususnya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Tahun 2019 hingga 2021, kunjungan wisatawan mancanegara sangat turun signifikan.

Sebelum pandemi Covid-19, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sejumlah 1,4 juta per bulan. Saat pandemi hingga saat ini rata-rata wisatawan turun menjadi 160 ribu wisatawan per bulan.

NTB yang menjadi destinasi wisata halal terbaik di dunia, perlu upaya maksimal untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berwisata ke daerah ini. Apalagi, dalam waktu dekat, NTB akan menghadapi event-event internasional seperti FIM Motul Superbike pada 14 November 2021 dan MotoGP 2022.

Kiki menjelaskan, penyebab wisatawan takut berkunjug ke destinasi wisata di antaranya belum meratanya program vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB. Kemudian belum adanya obat untuk Covid jika sudah terpapar.

Serta tidak adanya teknologi monitoring kontrol kualitas udara “covid-free area”, dan kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di daerah destinasi wisata. Sehingga, kata Kiki, Sumbawa Techno Park menawarkan inovasi teknologi dengan menemukan alat deteksi dan surveilans Covid-19.

Ia menjelaskan, sistem ini menggunakan seperangkat alat pengecekan keberadaan partikel virus Corona berikut deteksi varian baru dari virus tersebut. Sistem ini menggunakan serangkaian alat yang terdiri dari air quality sampler, Real-time Polymerase Chain Reaction (RT- PCR), dan Ilumina Sequencer.

Disebutkan, tim ahli yang membantu dalam program ini yaitu Dr.Ali Budhi Kusuma, S.Si., M.Sc., ALS lulusan S-3 Mikrobiologi dari Newcastle University – UK, Dr. Ari Pribadi, S.T., M.T lulusan S3 Air pollution and environmental science King’s College London & Imperial College, UK, dan Haryandi, S.T., M.Eng. ahli madya lingkungan kerja.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., MUM.,  mengatakan inovasi teknologi tersebut dipaparkan ke Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, saat kunjungan kerja ke Bima.  Sebelum mengunjungi spot-spot wisata di Bima, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menerima penjelasan peneliti Sumbawa Techno Park Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di ruang VIP Bandara Salahuddin Bima perihal inovasi teknologi untuk memonitor keberadaan virus Covid-19.

Menurutnya, temuan ini merupakan satu langkah lebih maju di bidang teknologi kesehatan. Selama ini keberadaan virus Corona kerap menjadi ancaman sekaligus momok menakutkan bagi masyarakat dunia.

‘’Dari paparan tim ahli, teknologi ini mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 di sekitar kita bahkan kemungkinan adanya varian baru. Ini sangat membantu, karena kita bisa memonitor dan mengatasi area penyebaran virus mematikan ini di kawasan maupun destinasi wisata. Jika ini bisa maksimal, maka sangat menopang daerah menetapkan sekaligus menjaga zona hijau destinasi wisata kita,” kata Yusron.

Yang luar biasa, kata Yusron, inovasi ini dapat mendeteksi kehadiran varian baru virus Covid-19 di tempat tertentu. Kurang dari seperempat jam, tim ahli Sumbawa Techno Park UTS menjelaskan kepada Sandiaga.

Ia mengatakan, Menparekraf langsung merespons supaya kedeputian terkait membicarakan kemungkinan penerapan inovasi ini dalam upaya mewujudkan zona wisata hijau di Lombok dan Sumbawa. Inovasi teknologi ini memerlukan beberapa perangkat seperti sequencing equipments, Q-PCR equipments, air quality sampling equepments dan kelengkapan laboratorium lainnya.

Yusron mengatakan, Pemprov NTB sudah menyampaikan surat, langsung mengusulkan kepada Menparekraf untuk mengimplementasikan inovasi ini di NTB agar di-support oleh Pemerintah Pusat. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional