Dukung Industrialisasi, PLN Tandatangani MoU Dengan Calon Pelanggan Terbesar NTB

PLN Unit Induk Wilayah NTB menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sumbawa Jutaraya (PT SJR) di kantor PLN UIW NTB

Mataram (Suara NTB)-Tak berhenti mengalirkan listrik di tengah pandemi, PLN Unit Induk Wilayah NTB menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sumbawa Jutaraya (PT SJR) di kantor PLN UIW NTB Selasa, 16 Juni 2020.

MoU ini adalah terkait dengan kesiapan PLN untuk memasok kebutuhan listrik di kawasan industri PT SJR. Beradaptasi dengan era new normal, penandatanganan dilakukan secara virtual di kedudukan masing masing, “Kami juga memiliki industri yang sama di Tapanuli Selatan. Dan dalam hal ini, energi listrik merupakan komponen yang besar dalam kegiatan operasional kami.” jelas Dadi Sukarso Yuwono, Direktur Utama PT SJR.

Iklan

Dadi menyampaikan bahwa lokasi yang akan dibangun PT SJR, yaitu di Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa untuk penambangan ini sangat terpencil. Tidak ada akses jalan dan lebih dekat dengan laut. Untuk itu, Dedi sangat berharap sinergitas dengan PLN dapat berlangsung jangka panjang.“Kami sangat berterima kasih untuk support PLN untuk kami. Semoga penandatanganan hari ini akan menjadi awal untuk menjalin kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya,” jelas Dadi.

Sementara itu, Rudi Purnomoloka, General Manager PLN NTB juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan PT SJR kepada PLN sebagai pemasok listrik untuk kebutuhan operasionalnya. Dengan daya awal sebesar 10 MVA, PT SJR akan menjadi pelanggan PLN NTB yang terbesar pada saat ini.

“Sesuai MoU, untuk daya awal akan disesuaikan dengan tahapan kebutuhan PT SJR, termasuk pembangunan processing plant dan infrastruktur serta fasilitas pendukungnya” jelas Rudi.

Rencananya, listrik untuk PT SJR akan disuplai langsung dari Gardu Induk (GI) terdekat, yaitu GI Empang atau GI Labuhan, menyesuaikan dengan kondisi jaringan yang akan dibangun. PLN juga telah menyiapkan masterplan terkait pembangunan infrastruktur jaringan yang diperlukan, agar kualitas listrik yang disuplai dapat terpenuhi.

“Lebih cepat beroperasi, pastinya akan lebih baik. Karena multi layer effects yang ditumbulkan dari industry ini pasti akan sangat berdampak pada masyarakat sekitar.” tutur Rudi.
Saat ini, sistem kelistrikan Sumbawa memiliki cadangan daya sebesar 42 MW, yaitu dengan daya mampu sebesar 144,6 MW dan beban puncak 102,4 MW.

“Sebagaimana yang disampaikan Pak Gubernur, industrialisasi adalah salah satu penggerak ekonomi di NTB. Dan sesuai slogan BUMN “Hadir untuk Negeri”, PLN full support utk membangun Nusa Tenggara Barat”, pungkas Rudi.(bul)