Dukung Industri Kesehatan Dalam Negeri, DPR RI akan Minta Kemenkes Prioritaskan Penggunaan Alat Rapid Antigen Entram

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah memberikan cinderamata berupa alat rapid test Entram kepada rombongan Komisi IX DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memantau percepatan vaksinasi Covid-19 di NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis, 9 September 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Komisi IX DPR RI mendukung penuh keberadaan industri kesehatan dalam negeri, salah satunya Laboratorium Hepatika NTB yang bisa memproduksi alat rapid tes antigen Entram. Mendengar NTB dapat memproduksi alat rapid antigen, Komisi IX DPR RI akan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memprioritaskan penggunaan alat rapid antigen Entram.

‘’Kami nanti setelah kembali ke Jakarta, ketika rapat dengan Kementerian Kesehatan, kami akan meminta agar Kemenkes memprioritaskan alat-alat kesehatan dan obat-obatan produksi dalam negeri, termasuk produksi dari NTB, alat antigen,’’ ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris dikonfirmasi usai kunjungan kerja spesifik di Kantor Gubernur, Kamis, 9 September 2021.

Iklan

Charles mengatakan, Komisi IX DPR RI mendukung penuh industri kesehatan dalam negeri untuk mencapai ketahanan kesehatan. ‘’Kita harus mendukung adanya produksi alat antigen seperti yang ada di NTB,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., mengatakan dukungan dari Komisi IX DPR RI sangat bagus. Sehingga ke depan, produksi alat antigen Entram oleh Hepatika bisa lebih banyak lagi. Saat ini, alat rapid antigen produksi Hepatika NTB tersebut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Fikri menyebutkan, Hepatika mampu memproduksi alat rapid antigen sebanyak 10.000 per bulan. Jika nanti ada kebutuhan dari luar daerah, maka jumlah produksi harus disiapkan lebih banyak lagi.

Untuk itu, tenaga kerja dan logistik harus disiapkan. ‘’Kalau permintaannya banyak dari luar, bisa saja ditingkatkan produksinya,’’ katanya.

Ia mengajak agar menggunakan produk lokal. Apalagi, dari sisi kualitas dan harga, alat rapid antigen Entram bisa bersaing dengan produk impor.

“Harganya sekitar Rp60 ribuan. Dari sisi kualitas kita berani bersaing dengan produk impor. Dari sisi harga juga bisa bersaing. Produk impor ada yang di atas Rp100 ribu harganya. Bahkan pernah kita temukan ada Rp135 ribu harganya dulu,’’ kata Fikri.

Alat rapid test antigen Entram memiliki sensivitasnya sebesar 92,31 persen, sedangkan standar Kemenkes lebih dari 80 persen. Begitu juga spesivitasnya sebesar 97,65 persen, sedangkan standar Kemenkes 97 persen. Kecepatan mendiagnosis antara 15 – 20 menit. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional