Dukung DSP Mandalika, Masyarakat Pesisir di Sekotong Dibantu 500 Ribu Bibit Mangrove

Warga pesisir di Desa Cendimanik Kecamatan Sekotong diberikan bantuan 500 ribu bibit mangrove oleh KKP. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat pesisir di Desa Cendimanik Kecamatan Sekotong mendapatkan bantuan 500 ribu bibit mangrove dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penyerahan bantuan bibit mangrove dilakukan akhir pekan kemarin di lokasi wisata Bagek Kembar. Ratusan ribu bibit mangrove ini akan dibudidayakan menjadi peluang usaha untuk pemulihan ekonomi masyarakat pesisir dampak pandemi.

Selain itu, melalui bantuan pengembangan bibit Mangrove ini untuk menjaga ekosistem laut dan mendukung Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) Mandalika. Ketua kelompok Tani Mangrove Desa Cendimanik Agus Alwi mengaku sangat terbantu dengan program bantuan bibit mangrove tersebut.

Terkait budidaya bibit mangrove ini pihak pemerintah akan terus melakukan pengawalan, termasuk terhadap pemasaran bibit bersama-sama dengan petani. “Harga jual bibit rata-rata Rp 1.500,” sebut dia. Untuk luas areal penanaman mangrove, warga sudah melakukan penanaman pada areal 33 hektare. Dari hasil budidaya dan penanaman mangrove selama ini dirasakan oleh warga karena langsung mendapatkan upah.

Selain itu ekosistem kawasan itu lebih bagus. Hal ini terbukti dari hasil tangkapan nelayan terus meningkat, karena mangrove ini menjadi tempat bersembunyinya ikan. Mangrove ini juga jelas dia diintegrasikan dengan wisata bahari. Apalagi, objek wisata Bagek Kembar di daerah itu banyak dikunjungi para tamu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar L. Sukawadi mengatakan pemerintah pusat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus mendorong masyakarat pesisir, nelayan untuk mengembangkan usaha di saat kondisi pandemi ini. Salah satunya pemerintah memberikan bantuan berupa bibit mangrove.

 Melalui pengembangan bibit mangrove ini, bisa dikelola menjadi peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan warga, karena warga bisa menjual bibit baik ke dalam maupun luar daerah. “Harga jual bibit mangrove ini, Rp 1.500 per pohon, dan biaya perawatan murah tidak terlalu rumit,”imbuh dia.  (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here