Dukung “Zero Waste”, Lotim Canangkan Satu Desa Satu TPS

Wakil Gubernur NTB, Hj. Siiti Rohmi Djalilah bersama Bupati Lotim. H. M. Sukiman Azmy membahas masalah sampah dalam mewujudkan program zero waste. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dalam rangka mendukung program Pemprov NTB, yakni NTB Zero Waste, di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah diprogramkan satu desa satu Tempat Pengelolaan Sampah (TPS). Senin,  4 Maret 2019 seluruh kepala desa di Lotim ini dikumpulkan membahas masalah sampah. Hadir Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., dan Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy.

Wagub NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, menjelaskan, kunci penanganan sampah adalah pada kesadaran, bukan pada masalah anggaran. Semua masalah termasuk persampahan ini bisa diselesaikan dari desa. Mulai dari pemisahan jenis sampah yang dilakukan dari masyarakat desa dan dusun-dusun. “Saya sangat optimis dengan Lotim tentang kebersihan ini,” terang wagub.

Iklan

Menurutnya, tidak ada yang tidak bisa jika semua sudah mulai berbuat dan bekerjasama. Dana Desa diketahui sudah sangat besar. Para kepala desa diharapkan bisa berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakatnya. Tidak saja dalam penanganan sampah, termasuk penanganan fokus lainnya seperti kesehatan dan pendidikan, masalah stunting dan angka putus sekolah serta masalah lainnya.

Wagub meminta kepala desa bisa bergerak langsung memberikan penyadaran kepada masyarakatnya dan tidak harus menunggu anggaran baru bisa jalan dan bekerja.  Para kepala desa dipersilakan melakukan terobosan-terobosan terbaik mengenai sampah. Mulai dari media sosial. Sampah jika ditangani dengan baik akan menghasilkan uang. ”Sampah dapat menghasilkan uang,  kalau kita lebih kreatif,” pesannya.

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, menyampaikan, tahun 2019 ada 14 kepala desa akan mendapatkan bantuan pengelolaan sampah dari pusat. Ia berharap kepada kepala desa selain melakukan sosialisasi, lakukan juga jemput bola dan lakukan koordinasi. “Siapa yang berbuat, maka  kami dari pemerintah daerah akan memberikan reward,” janji bupati.

Bupati mengajak para kepala desa bangkitkan semangat. Diingatkan jangan hanya berharap bantuan dari pemerintah daerah saja. Pemerintah daerah tingkat kabupaten ini sebutnya hanya fasilitator.

Sesuai visi dan misi Bupati, satu desa satu TPS ini akan dijadikan prioritas tahun 2020. Tahun 2019, Lotim masih fokus pada infrastruktur,  masalah stunting.  Lima tahun ke depan, sedikit demi sedikit Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim yang saat ini pada posisi ke delapan, bisa dinaikan 2 digit. “Tentu ini tidak mudah, harapnya masyarakat dapat mengambil peran dan berpartisipasi bersama-sama dalam upaya mengatasi hal tersebut,” ungkap Sukiman.

Pengelolaan sampah ini sudah coba dibuktikan Kepala Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia. Kepala Desa Dasan Lekong,  L.M Rajabul Akbar menyampaikankerusakan di muka bumi adalah ulah tangan manusia sendiri. Ini menjadikan dasar bahwa kebersihan ini adalah sebagian dari ibadah.

Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera, Syawaluddin telah membuktikan sampah bisa menghasilkan uang besar. Dari sampah bisa menjadi sapi. Dari sampah bisa menjadi motor. Dari sampah bisa menjadi barang-barang bernilai.

Keresek yang tak bernilai bisa laku dijual Rp 600 ribu. Bekas bungkus semen yang tak bernilai bisa dihargakan Rp1,2 juta setelah diolah. Banyak lagi hasil kreasi dari sampah yang ketika dilihat menjijikan, namun setelah diiolah akan menjadi barang yang sangat bernilai. Syawal pun mengaku siap diajak bermitra oleh para kepala desa di Lotim. Dukung bank sampah melalui Badan Usaha Milik Desa. (rus)