Dukun Palsu yang Diduga Nodai Pelajar Terancam Penjara 15 Tahun

Hilmi M. Prayugo (Suara NTB/dok)

Kota Bima (Suara NTB) – Dukun palsu berinisial Mp alias Mimin, (53 tahun) warga Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, terduga pelaku pencabulan seorang pelajar, inisial Yn (16 tahun) terancam hukuman penjara 15 tahun.

Aparat Sat Reskrim Polres Bima Kota menetapkan pria berusia 53 tahun tersebut sebagai tersangka dengan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Anak. “Mn sudah berstatus tersangka dan dijerat UU Perlindungan anak,” kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi Prayugo S.IK, Selasa, 26 Januari 2021.

Iklan

Lebih lanjut Hilmi mengatakan penetapan Mn sebagai tersangka setelah pihaknya gelar perkara, memerika para sejumlah saksi hingga memintai keterangan dari korban dan terduga pelaku. “Dari hasil keterangan, yang bersangkutan (Mn.red) memgakui perbuatannya,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan juga, Mn dalam menjalankan aksinya, menyewa kamar hotel dengan menggunakan identitas palsu. Hal itu bertujuan agar aksinya tidak diketahui oleh orang lain. “Pelaku membawa korban di kamar hotel yang disewa dengan menggunakan nama samaran,” ujarnya.

Hilmi menambahkan, saat ini pihaknya tengah melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima secepatnya. “Dari kemarin sudah ditahan dan sekarang kita masih lengkapi berkasnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Tim Puma Polres Bima Kota menangkap Mp alias Mimin di salahsatu hotel di Kota Bima, Minggu, 24 Januari 2021. Penangkapan Mn menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap Yn. Kejadian pemerkosaan itu terjadi pada Minggu, 17 Januari 2021. Modusnya Mn, berpura-pura sebagai dukun yang bisa mengobati penyakit korban dan tempat pengobatan harus di hotel.

Korban diajak berobat ke hotel bersama dan satu orang temannya. Setiba di hotel pelaku melancarkan dengan menyuruh korban masuk ke dalam kamar mandi lalu memperkosa korban. Kejadian pemerkosaan terjadi sebanyak 3 kali di tempat yang berbeda-beda. Korban terpaksa melayani nafsu birahi Mn karena diancam dibunuh. (uki)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional