Dukcapil Lotim Gerah, Banyak E-KTP Tak Sampai ke Masyarakat

Sateriadi (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) gerah lantaran banyak E-KTP yang sudah dicetak tak sampai ke masyarakat. Pasalnya, E-KTP yang dicetak dan distribusikan itu mengendap di pemerintah desa. Kondisi inipun berdampak kepada masyarakat yang datang ke Dukcapil maupun ke UPT untuk melakukan pencetakan E-KTP.

Kekecewaan ini disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Lotim, Ir. H. Sateriadi, saat dikonfirmasi terkait masih banyaknya masyarakat yang belum menerima E-KTP, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Diakuinya, saat ini sudah ada peningkatan blanko E-KTP. Data jatah sebelumnya di tahun 2019 yang hanya diberikan jatah 500 keping satu kali pengambilan, di awal Januari lalu Lotim diberikan 2.000 keping, kemudian bertambah lagi pada pengambilan berikutnya sebanyak 10.000 keping.

Keberadaan blanko ini langsung digunakan dengan terlebih dahulu mengecek masyarakat untuk dicetakkan KTPnya dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa. Langkah ini supaya tidak terjadi pencetakan KTP terhadap masyarakat yang sudah meninggal dunia.

Bahkan saat ini Dukcapil lebih memprioritas kepada masyarakat yang membutuhkan. Apabila datang untuk melakukan pembuatan KTP, maka langsung dicetakkan tanpa harus menggunakan surat keterangan (suket) pengganti KTP. “Saat ini kita mengutamakan cetak KTP kepada masyarakat yang butuh. Ini arahan langsung dari pemerintah pusat,” terangnya.

Dari pengalaman sebelumnya, data-data yang sudah dicetak dan E-KTP yang didistribusikan melalui desa. Fakta di lapangan banyak desa yang masih menyimpan KTP masyarakat. Sementara data di Dukcapil bahwa KTP dari masyarakat tersebut sudah dicetak. Sehingga strategi saat ini Dukcapil langsung yang menghubungi desa supaya menghadirkan masyarakat yang akan menerima KTP.

 “Untuk pencetakan E-KTP sendiri saat ini dapat dilakukan di Dukcapil dan di UPT-Dukcapil di tingkat kecamatan,” pungkasnya. (yon)