Dugaan TPPO 26 Warga NTB, Agen Penampung Bisa Dapat Hukuman Lebih Berat

Tersangka TPPO yang berperan sebagai penampung dan perekrut PMI untuk diberangkatkan secara ilegal, Andre (baju tahanan) dan Dian digiring penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB, Rabu, 7 Juli 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB melimpahkan dua tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tujuan Irak, Pandri Azhar alias Andre (33) dan Baiq Dian Cindrawati alias Dian (36). Mereka memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural. Belakangan, diketahui terlibat lagi dalam upaya pemberangkatan 26 warga NTB secara ilegal.

“Untuk kasus dengan korban inisial SK warga Lombok Barat, penyidikannya sudah selesai. Tersangka dan barang bukti kita limpahkan ke jaksa penuntut umum,” ujar Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati, Selasa, 7 Juli 2021. Tersangka Dian memiliki peran untuk merekrut SK. Korban diimingi pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp7 juta sebulan.

Iklan

Sekaligus bonus melaksanakan ibadah umroh dan haji. Korban lalu diuruskan dokumen keberangkatannya disertai pemeriksaan medis untuk keberangkatan tahun 2020 lalu. Ditambah dengan pemberian yang pangkal kepada korban Rp3 juta. Sukses membujuk korban, Dian lalu mengirim korban ke Andre yang berperan sebagai pengirim korban ke Timur Tengah.

Andre menampung korban lebih dulu selama tiga bulan sebelum diberangkatkan. “Janjinya dikirim ke Arab Saudi. Tetapi nyatanya ke Irak. Secara umum, Timur Tengah masih moratorium penempatan tenaga kerja,” kata Pujewati. Dua kali panggilan pemeriksaan tersangka, Andre mangkir. Tersangka Andre kemudian diburu. Andre akhirnya ditangkap Jumat (9/4) lalu di Jakarta Timur. Andre saat itu sedang mengurus keberangkan calon korban lainnya.

Sebanyak 26 warga NTB calon PMI diselamatkan dari penampungan di Apartemen MOI Tower Santa Monica, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka sudah ditampung selama tiga bulan sejak Januari 2021. “Dari fakta yang kita dapat, perbuatan Andre dilakukan berulang kali, selain itu korbannya juga banyak. Kami berharap ini bisa menjadi hal yang memberatkan dia,” kata Pujewati.

Andre mendapatkan ongkos Rp20 juta sampai Rp23 juta untuk setiap orang yang direkrut dan diberangkatkan. Keuntungan bersih yang dia dapat sebesar Rp2 juta sampai Rp3 juta, setelah dikurangi biaya pengurusan dokumen, transportasi, dan akomodasi. Kanit TPPO Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB Iptu Endro Yudi Sasmoko menjelaskan, Andre merupakan warga Jempong Baru, Jempong, Sekarbela, Mataram.

Selain penampung, Andre juga sebagai agen yang mempunyai koneksi dengan agen di negara tujuan. “Untuk kasus yang korbannya 26 orang, kasusnya sedang berjalan,” jelasnya. Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengonfirmasi pelimpahan tahap dua tersebut. “Setelah ini, jaksa penuntut umum menyusun rencana dakwaan kemudian melimpahkan perkaranya ke pengadilan,” ucapnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional